Dorong Usaha Keluarga Naik Kelas, Diskop UKM dan PKK Sulsel Gelar Pelatihan "Smart Digital Preneur"

ist

Agenda ini menyasar puluhan pelaku UMKM binaan PKK dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan guna mempercepat transformasi digital usaha keluarga agar berdaya saing di pasar modern.

PORTALMEDIA.id - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) Sulsel menggelar program bertajuk "Pembinaan, Bantuan, dan Pendampingan UMKM Smart Digital Preneur 2026" di Hotel Grand Sayang, Makassar, 17–19 Oktober 2026.

Agenda ini menyasar puluhan pelaku UMKM binaan PKK dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan guna mempercepat transformasi digital usaha keluarga agar berdaya saing di pasar modern.

Ketua Panitia Pelaksana, Kirana Annisa Halim, menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas usaha, perluasan literasi digital, penyaluran bantuan modal, serta penyediaan pendampingan usaha jangka panjang.

Ketua Pokja II TP PKK Sulsel, Andi Isma, menegaskan pentingnya adaptasi digital bagi kader PKK di daerah. Menurutnya, program ini sejalan dengan tugas Pokja II dalam sektor pendidikan dan ekonomi keluarga. Pelaku usaha rumahan kini tidak cukup hanya piawai memproduksi barang, tetapi juga harus menguasai strategi pemasaran daring serta penguatan identitas merek (branding).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Eka Prasetia, saat membuka acara secara resmi menekankan agar pelaku usaha binaan PKK mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional.

“Melalui program Smart Digital Preneur ini, kita ingin UMKM PKK tidak hanya jualan di lorong, tapi bisa jualan sampai ke seluruh Indonesia lewat digital. Kita siapkan bantuan, tapi yang paling penting adalah pendampingan,” ujar Andi Eka.

Pelaksanaan teknis kegiatan ini dikawal langsung oleh UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Sulsel. Kepala UPT PLUT KUMKM Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, memastikan pihaknya siap menjadi inkubator bisnis lanjutan bagi peserta setelah pelatihan selesai.

Layanan pascapelatihan tersebut mencakup fasilitasi legalitas usaha, akses pembiayaan perbankan, konsultasi bisnis, hingga pendampingan onboarding ke berbagai platform lokapasar (marketplace).

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta menerima materi intensif dari praktisi profesional mengenai teknik pemasaran digital, fotografi produk menggunakan telepon seluler, serta manajemen pembukuan dan keuangan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru