Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria Paruh Baya Diamankan Setelah Rumahnya Diserbu Warga
Seorang pria paruh baya (70) bernama Sahruni diduga tega melakukan pencabulan pada anak di bawah umur, AN (6), yang merupakan tetangganya sendiri.
PORTALMEDIA.ID, GOWA - Kepolisian Resor (Polres) Gowa akhirnya baru berani melakukan penangkapan terhadap pria paruh baya bernama H. Drs. Sahruni.
Pria 70 tahun itu diduga merupakan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur berisial AN (6) yang merupakan tetangganya sendiri.
Sahruni diamankan pihak kepolisian setelah warga sekitar sudah muak dan mendatangi kediaman Sahruni yang terletak di BTN Pepabri Benteng Ana' Gowa, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (2/10/2022) kemarin.
Baca Juga : Bupati Gowa Sebut Tidak Ada Hutan Gundul, Pemkab Siap Tanam Puluhan Ribu Pohon Cegah Bencana
Saat Portalmedia mendatangi kediaman terduga pelaku pada Senin (3/10/2022) siang, rumah berbalut warna putih itu sudah dipasangi garis polisi guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Keadaan rumah juga nampak kosong tak berpenghuni, jendela dan pintu pagar nampak tertutup rapat.
Kapolsek Pallangga, AKP Abdul Hakim Bahar membenarkan perihal kejadian itu. Kata dia, kasus tersebut sudah bergulir sejak dua bulan lalu.
Baca Juga : Panen Raya Padi di Bontonompo, Gowa Target Jadi Lumbung Pangan Mandiri
"Ini persoalan sudah dua bulan ditangani oleh Polres Gowa namun karena belum ada tindakan, sehingga warga mengamuk kemarin untuk mendatangi terduga pelaku," ujar Abdul Hakim kepada wartawan, Senin siang (3/10/2022).
"Setelah warga mengamuk di kediaman pelaku, baru kami datang mengamankan pelaku, dan betul kejadian ada di wilayah hukum Polsek Pallangga dan lebih akuratnya ini persoalan bisa lansung ke Unit PPA Polres Gowa," lanjut Abdul Hakim.
Awal Mula Warga Serbu Kediaman Pelaku
Ditemui terpisah, AR, yang merupakan ayah korban, menyampaikan awal mulanya kenapa warga mendatangi rumah Sahruni setelah AR menyampaikan atau berbagi cerita apa yang menimpa putrinya tersebut.
Baca Juga : Tujuh Hari Tidak Ada Tanda, Pencarian Terhadap Lansia di Gowa Resmi Dihentikan
"Saya termasuk aktif komunikasi sama tetangga, anak-anak juga suka main dengan tetangga. Nah ditanyalah kenapa kami jadi jarang pulang. Tiba-tiba kosong rumah, kadang pulang satu hari baru pergi lagi," ujarnya mengawali cerita.
Karena komunikasi dengan warga tersebut, lanjut AR, warga menilai Sahruni telah mengotori kampung. Warga juga mengusulkan agar kembali ke Polres untuk mencari tahu info laporan terkait kasus ini.
"Paginya saya lantas ke Polres untuk mengecek, namun di saat bersamaan warg juga melihat Sahruni mau pergi, warga kemudian teriaki Sahruni, dan mengamuk di rumahnya. Untung polisi cepat datang seandainya tidak, pasti terjadi sesuatu. Langsung diamankan mi," sambung AR.
Baca Juga : Sebar Video Syur bersama Biduan, Pria di Gowa Ditangkap Polisi setelah Memeras Korban Rp 100 Juta
AR berharap pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus yang menimpa keluarga kecilnya itu. Dia juga berharap agar terduga pelaku dihukum seberat-beratnya.
Sahruni Dikenal "Lale"
Terpisah, salah satu warga yang dimintai keterangannya, AY menuturkan bahwa Sahruni memang terkenal dengan sikap yang kerap melakukan hal tak senonoh.
"Dia (Sahruni) Imam masjid, dia terkenal memang lale (mesum), orang tau semua mantan tetangga ku juga tau memang, orang dikenal semua satu BTN, dithau semua, iya dia juga dosen," ungkap AY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News