Pemkot Makassar Dorong Sinergi Dunia Usaha Lewat CSR Expo 2026 untuk Percepat Pembangunan

CSR Expo Makassar 2026

Ajang ini mempertemukan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat guna membangun kolaborasi strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengimbau sektor swasta dan dunia usaha untuk memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan CSR Expo Makassar 2026 yang resmi digelar di Atrium Mal Panakkukang, 6–8 November 2026.

Ajang ini mempertemukan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat guna membangun kolaborasi strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menegaskan bahwa kemampuan fiskal pemerintah memiliki keterbatasan sehingga keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan. Ia mengingatkan agar CSR tidak sekadar dipandang sebagai kewajiban formal atau pemberian bantuan sesaat.

“Kita berharap program CSR perusahaan semakin diarahkan agar selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kota Makassar sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Zainal saat membuka acara, Jumat (6/11/2026).

Zainal merinci sejumlah sektor krusial yang memerlukan dukungan sektor swasta, mulai dari penanganan sampah dan lingkungan hidup, percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga perluasan perlindungan sosial seperti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Zainal juga memaparkan kondisi makroekonomi Makassar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat mencapai 6,6 persen pada triwulan pertama dan meningkat menjadi 7,04 persen pada triwulan kedua 2026. Adapun nilai investasi yang masuk telah melampaui Rp5 triliun menurut catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kendati demikian, tantangan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah dengan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 9,80 persen. Zainal berharap investasi dan program CSR yang berjalan dapat langsung berkontribusi dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Makassar, Ansaruddin, menjelaskan bahwa CSR Expo 2026 bertujuan untuk mempromosikan hasil program CSR perusahaan, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta memberikan apresiasi kepada badan usaha yang aktif berkontribusi.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran ini diisi dengan pameran program CSR, workshop, diskusi interaktif, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, serta sosialisasi penggunaan aplikasi Lontara untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan publik dan pengaduan pemerintah.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Makassar menargetkan program CSR di masa mendatang dapat berjalan lebih terencana, terukur, transparan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru