Mardiono Sebut Konflik Internal Tak Hambat Kemenangan PPP di Pemilu 2024
Mardiono mengaku, antara dia dengan Suharso tidak ada konflik apa-apa, bahkan tetap bersahabat dan membahas terkait partai.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPP PPP, Muhammad Mardiono sesumbar partainya mampu memenangkan pertarungan pada pemilihan umum (Pemilu) 2024. Konflik internal dianggap tidak akan menjadi batu sandungan.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PPP Sulawesi Selatan (Sulsel).
Mardiono mengaku, antara dia dengan Suharso tidak ada konflik apa-apa, bahkan tetap bersahabat dan membahas terkait partai.
Baca Juga : Anggota DPR Keluhkan Beban Biaya Kampanye, Usul Pemilu Setiap Dekade
"Tidak ada konflik tidak ada perbedaan apa-apa, kami dengan Sunarso Munorfa itu sahabat, dia itu guru saya, sahabat saya, mentor saya, jadi tidak ada persoalan kami ketemu masih membahas soal partai, jadi tidak ada persoalan," ungkapnya ketika dihubungi Portal Media, Selasa (4/10/2022).
Lanjutnya, Mardiono menerangkan terkait kekhawatiran ada riak-riak penolakan akibat lengsernya Suharso, ia mengaku hanya nol sekian persen.
"Cuma nol sekian persen saja yang pendapatnya berbeda, itu sah-sah saja, ini pergantian kepemimpinan yang terbaik pada perjalanan PPP," bebernya.
Baca Juga : Gugatan Ditolak MK, Ini Respons Lengkap Anies-Cak Imin
Ia kembali menegaskan dengan pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu jalannya PPP menghadapi pemilu di 2024 nanti.
"Gak ada (pergantian ini akan berdampak kepada Pemilu), karena biasanya kalau ada keraguan itu kalau kita ada kubu-kubu konflik persengketaan hari ini kita tidak ada persengketaan apa pun di PPP," pungkasnya.
Ia mencontohkan Sulsel yang menurutnya tidak ada kader yang menantang pergantian kepemimpinan ini.
Baca Juga : Biaya Pilkades Mahal, Ajiep Padindang Usul Tak Lagi Dipilih Langsung
"Mana coba di Sulawesi Selatan kader yang menantang pergantian kepemimpinan, tidak ada, bahkan secara nasional nyaris tidak ada, kalau adapun mungkin satu dua atau kader yang tidak ada di struktur (partai)," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News