Rayuan PSI Gaet Koalisi Usung Ganjar-Yenni di Pilpres 2024

Penulis : wiwi amaluddin
Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid sebagai Capres/Cawapres usungan PSI di Pilpres 2024/INT

Keputusan PSI mengumumkan lebih awal capres cawapresnya sebagai bentuk upaya merayu partai lain untuk masuk dalam koalisi.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (Capres) 2024 dan Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menyebut kedua tokoh tersebut layak memimpin Indonesia. Selain tingkat keterpilihan yang mengungguli kandidat lain, Ganjar dinilai memiliki visi kebangsaan dan kebhinekaan yang sama dengan perjuangan PSI. Ganjar Pranowo juga dikenal sebagi orang yang merakyat dan mengerti aspirasi kaum muda.

Selain itu menurut Grace, sebagai tokoh perempuan Islam yang konsisten melanjutkan perjuangan ayahnya, Gus Dur, Yenny mampu dalam menciptakan Indonesia yang adil dan toleran.

Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI

Melihat gestur Politik dari PSI, Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma mengaku bahwa keputusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengusung kader PDIP yaitu Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 sebagai langkah untuk merayu partai lain.

"PSI juga berharap ada efek domino dari pencalonan itu, mungkin nanti ada partai-partai lain yang juga bersepakat dengan mereka untuk juga ikut dalam gerbong yang mencalonkan Ganjar," ungkapnya ketika dihubungi Portal Media, Rabu (5/10/2022).

"Kalau misalnya ada partai yang ingin mengusung Ganjar juga maka PSI akan mengikuti bersama Partai itu," lanjutnya.

Baca Juga : Ahmad Ali Target PSI Bidik 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029

Ini juga menurut Sukri sapaannya, menegaskan sikap PSI untuk tidak akan mengusung Anies seperti yang dikatakan oleh Dewan Pembina PSI, Grace Natalie beberapa waktu yang lalu.

Lanjutnya lagi, bahwa pencalonan Ganjar tidak lepas dari Nasdem yang sudah lebih dulu mencalonkan Anies Baswedan.Pencalonan Ganjar juga menurut Sukri sebagai sebuah langkah berani.

"PSI juga mencoba untuk mengambil momentum bahwa mereka juga yang pertama untuk mencalonkan ganjar secara berani mencalonkan Ganjar di tengah ke gamangan politik terutama yang ditujukkan oleh PDIP," pungkasnya.

Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel

Ia menilai PDIP tengah berada pada kegamangan internal. "Saat inikan PDIP agak gamang siapa sebenernya yang mereka ingin dorong, Puan, Ganjar atau bahkan Prabowo, karena adakan isu PDIP mau mengusung dari kader non partainya untuk presiden tetapi wapres dari PDIP misalnya," imbuhnya.

Ditambah lagi, Dosen Politik Unhas ini menuturkan bahwa sekarang ini capres mengerucut kepada tiga nama yaitu Prabowo, Anies dan Ganjar, ia menilai PSI mengambil Ganjar karena belum dicalonkan atau sulit dicalonkan oleh partai politik.

"Karenakan sejauh ini walau Ganjar kader PDIP, masih menunggu fatwa Ketum ibu Mega terkait siapa yang akan dicalonkan (jadi Presiden)," bebernya.

Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini

"Sekarang kan Ganjar dianggap sebagai aktor bebas yang dapat dicalonkan oleh partai lain karena kan belum pasti dicalonkan oleh partainya," jelasnya.

Kasus ini menurut Sukri mirip dengan Anies yang tokoh non partai dan akhirnya dirangkul oleh Nasdem. Kecuali Prabowo yang menurutnya sulit untuk digandeng karena memiliki kendaraan politik yaitu Gerindra ditambah lain partai tersebut sudah menegaskan akan mengusung Menteri Pertahanan tersebut.

Hal ini juga memperkuat akan adanya tiga kutub atau tiga pasangan calon dalam pencapresan di pemilu 2024. Terkait dengan PSI yang mengusung kader partai lain menurutnya tidak ada masalah.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang

"Nanti secara resmi diajukan tentu harus ada komunikasi dengan partai asal dari PDIP, tidak mungkin jalan tanpa minta izin partai asalnya, kalau masih pengusulan kan tidak ada maslah," tegasnya.

Tetapi apabila sudah dicalonkan secara resmi di KPU Pusat maka, menurur Sukri tentu harus ada komunikasi dengan partai asal dakam hal ini PDIP sendiri.Terakhir, ia juga menyinggung apakah akan ada gejolak di internal PDIP sendiri, tetapi menurutnya api di tubuh Partai Banteng sendiri sudah terlihat dari lama.

"Sudah ada (Gejolak), karena diliat dari permukaan da dua kubu di PDIP, ada kubu yang mendorong puan ada kubu yang mendorong Ganjar, tapi saya kira PDIP sejauh ini itukan tunduk pada keputusan ketua umum, maka dinamika antara dua kubu ini akan selesai di tangan ketua umum," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru