Menolak Lupa! Buku Mencintai Munir Resmi di Luncurkan
Buku ini ditulis langsung oleh istri dari mantan Koordinator Komisi Anti Orang Hilang dan Kontras tersebut yaitu Suciwati Munir.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Demi mengenang dan terus memperjuangkan semangat yang Munir bawa, Museum HAM Munir bersama Rumata Artspace menggelar peluncuran buku 'Mencintai Munir' di Rumata Artspace, Sabtu (8/10/2022).
Buku ini ditulis langsung oleh istri dari mantan Koordinator Komisi Anti Orang Hilang dan Kontras tersebut yaitu Suciwati Munir.
Sebelum Aan Mansyur selaku moderator membuka acara diskusi dan peluncuran buku, para pengunjung yang datang diajak untuk menonton sebuah film animasi pendek tentang Munir.
Baca Juga : Disinggung Kasus Munir, Hacker Bjorka Buka Data Pribadi Muchdi PR
Membuka acara, Suci sapaannya mengatakan bahwa untuk menulis buku ini membutuhkan waktu sekitar 10 bulan, namun riset dan pengalaman serta cerita yang tertanam dalam lembaran demi lembaran buku itu sudah ada di kepala Suci selama kurang lebih 18 tahun.
Alasan mengapa selama tahun-tahun yang panjang tersebut, baru sekarang ini menulis dan meluncurkan buku Mencintai Munir karena menurutnya masih ada rasa kelam, memori sedih, proses panjang bahkan menghadapi para buzzer dan oknum lainnya.
Ia juga membocorkan salah-satu bagian favorit dalam buku Mencintai Munir tersebut.
"Tapi favorit yang aku sangat suka adalah dimana misalnya dia menyatakan tentang nasionalisme, bahwa Ori Rahman jadi Koordinator Kontras dan diancam oleh Pemuda Pancamarga, untuk dipaksa menyanyikan lagu Indonesia Raya, dia kritik keras bahwa itu nasionalis sempit, karena orang yang memaksakan lagu kebangsaan yang harusnya sakral dan kita hargai itu dipake untuk mengancam, siapa yang tidak takut dipukulin disuruh nyanyi, itukan ngeri dan itu nasionalisme sempit," tegasnya.
Salah-satu filmmaker hebat anak bangsa yang terkenal karena karyanya yaitu Laskar Pelangi yaitu Riri Riza mengatakan bahwa buku tersebut sangat unik karena memberikan perspektif baru akan Munir sebagai aktivis, yaitu dari kacamata sang istri Munir sendiri.
"Persprektif seorang kekasih, istri, ibu dari anak-anaknya, saya seperti membaca sebuah script film atau novel, plotnya semakin tebal dan kompleks, dan kembali mengembalikan ingatan kita akan munir," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News