Viral di Medsos, Polisi Selidiki Aksi Pemalakan Preman di Jalur Masuk Tol Makassar

Penulis : Reza Rivaldi
Sebuah potongan video berdurasi 1 menit viral di Media Sosial (Medsos) terkait aksi pemalakan preman di Jalur Masuk Tol Makassar/Int

Dalam video itu tampak sejumlah pria yang diduga preman sedang memalak sejumlah pengemudi mobil yang melintas.

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR- Sebuah potongan video berdurasi 1 menit viral di Media Sosial (Medsos). Dalam video itu tampak sejumlah pria yang diduga preman sedang memalak sejumlah pengemudi mobil yang melintas.

Dari keterangan video yang dilihat Portalmedia, aksi pemalakan atau premanisme itu terjadi di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya jalan protokol pintu masuk kawasan tol.

Dalam video itu terlihat dua orang pria nampak mencegat beberapa mobil yang melintas, para pria itu diduga dalam pengaruh minuman keras (miras). Sekedar diketahui video viral itu diabadikan melalui kamera dashboard mobil.

Baca Juga : Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Wali Kota Munafri Perkuat Kolaborasi Pembangunan Makassar

Nampak pria pertama yang mengenakan pakaian hitam sedang menghampiri sebuah mobil minubus warna hitam dan sedikit menggedor kacanya.

Tak diberi uang pria itu pun pergi menghampiri mobil selanjutnya yang berada di posisi belakang.

Tak lama, aksi serupa juga dilakukan pria berbaju berwarna abu-abu, pria itu nampak berusaha meminta uang ke salah satu mobil bak terbuka.

Baca Juga : Sabet Terbaik I Creative Financing dari Kemendagri, Kota Makassar Kantongi Insentif Rp3 Miliar

Namun, pengemudi mobil bak terbuka berwarna hitam itu malah menepikan kendaraannya lalu turun.

Kapolsek Tallo, Kompol Badollahi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait video viral itu.

"Sementara di lakukan proses penyelidikan kebenarannya," jelas Badollahi kepada Portalmedia, Senin (10/10/2022).

Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025

Sedangkan, Kanit Reskrim Polsek Tallo, IPTU Armin Nurdin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan warga yang merasa jadi korban aksi dugaan premanisme itu.

"Belum ada korban datang melaporkan kejadian ini, namun kami tetap merespon setiap info kejadian yang diberikan masyarakat dengan melakukan penyelidikan di sekitar TKP," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru