Tragedi Stadion Kanjuruhan, Iwan Bule Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Ketua PSSI, Iwan Bule. Foto: ist

Salah satu tersangka tragedi Stadion Kanjuruhan Panpel Arema FC, Abdul Haris meminta Ketua PSSI Iwan Bule untuk ikut bertanggung jawab.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Tersangka tragedi Kanjuruhan sekaligus Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris melalui kuasa hukumnya, Sumardan meminta Ketua Umum PSSI Iwan Bule ikut bertanggung jawab atas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 132 jiwa.

Ia meminta Iwan Bule tak hanya melakukan penciteraan dengan cara turun saat seremoni penyerahan piala saja.

"Panpel kan banyak yang terlibat, itu harus juga bertanggung jawab. Terutama Ketua PSSI. Jangan hanya saat klub ini menang dia beri piala, dia dapat nama," ujar Sumardan di Mapolda Jatim Surabaya, dikutip dari republika. Selasa (11/10/2022).

Baca Juga : Sempat Tertunda, John Herdman Diperkenalkan PSSI Pagi Ini

Sumardan menegaskan, ketika ada klub yang mendapat masalah, sudah sewajarnya Iwan Bule juga turut bertanggung jawab secara hukum. "Jadi posisi klub ada masalah dia bertanggung jawab juga secara hukum," ujarnya.

Abdul Haris mendesak aparat mengusut tuntas kerusuhan di Kanjuruhan. Ia juga mendesak aparat melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian para korban.

Abdul Haris menegaskan betapa pentingnya autopsi untuk membongkas kasus ini secara terang benderang.

Baca Juga : PSSI Sudah Kantongi 5 Calon Pelatih Timnas Indonesia

"Karena ini tragedi kemanusiaan, saya mohon kepada semuanya kepada pihak terkait agar segera diusut tuntas. (Autopsi) itu untuk usut tuntas semua biar clear semua harus diketahui penyebabnya. Itu yang terpenting (autopsi) untuk mengetahui penyebab kematian dari korban," ujarnya.

Abdul Haris juga meminta pengusutan secara tuntas terkait penggunaan gas air mata pada peristiwa tersebut. Apalagi, gas air mata yang digunakan saat pengamanan kerusuhan tersebut jenisnya bermacam-macam. "Gas air mata itu kan bermacam-macam itu bisa dideteksi, ditemukan di lapangan. Kita ingin tahu dan diusut tuntas," kata dia.

Selain itu, Abdul Haris membantah dirinya menginstruksikan penutupan pintu stadion pada peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan jiwa.

Baca Juga : Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Presiden Minta Evaluasi Menyeluruh Timnas

Abdul Haris mengklaim telah menginstruksikan security officer untuk membuka pintu stadion sesuai SOP yang berlaku.

"Tidak ada (yang menyuruh menutup pintu Stadion Kanjuruhan) tidak ada perintah untuk tutup," kata dia.

Abdul Haris menegaskan dirinya telah menginstruksikan seluruh petugas untuk menjalankan tugasnya sesuai SOP yang ada. Seperti petugas yang bertugas menjaga pintu, ia mengaku telah menginstruksikan untuk membukakan pintu 15 menit sebelum pertandingan usai.

Baca Juga : Erick Thohir Sebut Kantor FIFA di Jakarta Jadi Pengawas Transformasi Sepak Bola Nasional

"Sesuai dengan SOP, perintah saya kepada seluruh petugas yang berjaga pintu, kepada security officer 15 menit sebelum selesai harus dibuka pintu. Dan pintu dibuka itu sesuai standar gak ada yang ditutup dan itu harus dibuktikan dengan membuka CCTV," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru