Puan Tak Mampu Dulang Suara, Pengamat Sebut PDIP Tetap Calonkan Ganjar di Pilpres

Penulis : wiwi amaluddin
Pengamat Politik dari Parameter Publik Indonesia, Ras MD (Portal Media/Al Fath)

Sejarah Megawati lebih memilih Jokowi ketimbang dirinya sendiri dinilai akan kembali berulang pada Pilpres 2024.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Politik dari Parameter Publik Indonesia, Ras MD mengatakan pada akhirnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap akan mengusung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) di Pemilu 2024 versinya.

"Jadi saya berkesimpulan pada akhirnya (PDIP) akan mengusung Ganjar," ungkapnya ketika ditemui Portal Media, belum lama ini.

Ia mencoba untuk melihat track record PDIP pada pilpres 2014 ,dimana partai berlogo Banteng moncong putih itu berada dalam dua pilihan dalam pengusungan Capres yaitu antara ketua umunya sendiri Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo, yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga : Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP yang Hasilkan 21 Rekomendasi

Akhirnya, Megawati lebih memilih Jokowi ketimbang dirinya sendiri, dengan pertimbangan dari data seperti hasil survey.

Hal ini menurut Ras MD sebagai sebuah langkah rasional, dan hal itu menurutnya akan kembali terjadi di 2024. "PDIP seolah-olah mengulang kembali sejarah," sambungnya.

"Jadi bagi saya yang dilakukan oleh PDIP menimbulkan kesan seolah-olah tidak memberikan dukungan pada Ganjar itu adalah bagian dari improvisasi dari PDIP itu sendiri untuk menaikkan elektabilitas Ganjar," bebernya.

Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat

"Saat 2014 sangat rasional memutuskan figur baik itu capres, pilkada tingkat satu dan tingkat dua," tambahnya.

Sama seperti Megawati -Jokowi, hasil survey menunjukkan bahwa nama mantan Walikota Solo tersebut selalu berada di atas, Puan-Ganjar pun demikian, menurutnya di atas kertas Ganjar lebih kuat.

"kita lihat hasil survei bahkan survei terakhir Saiful Mujani, SMRC, itu menunjukkan posisi Ganjar di angka 30 hingga 32 persen begitu, sedangkan puan Maharani sangat jauh di bawah kisaran 5 persen aja gitu, itu survei terbaru itu yg dilakukan 3 Oktober 9 Oktober," jelasnya.

Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini

Ia kembali menegaskan bahwa langkah PDIP ini hanyalah manuver untuk mendongkrak elektabilitas Gubernur Jawab Tengah tersebut. "Manuver aja, mendongkrak elektabilitas Ganjar," sambungnya.

Hal ini diperkuat dengan langkah PDIP yang tidak menyenggol Ganjar keluar, namun hanya melalui perkataan ataupun sanksi.

Yang terbaru, adalah ketika Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Kamaruddin Watubun di memberikan sanksi berupa teguran lisan kepada Ganjar buntut dari pernyataannya yang siap maju sebagai Calon Presiden.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang

Puan pun demikian, karena tidak ada penegasan bahwa anak Megawati tersebutlah yang akan menjadi Capres usungan Partai yang identik dengan warna merah ini.

"Psikologi partai yang berkuasa tentu ingin tetap berkuasa, masa iya seorang Puan di survei di klaster papan bawah kemudian mau tetap dicalonkan untuk presiden kan kontras dengan logika yang sedang berkuasa," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru