Citizen Report: Geliat Bisnis Kuliner Tiram-Missu di Kabupaten Barru

ist

Cara penyajiannya pun unik, yakni diletakkan di atas karung putih untuk menyantapnya

Laporan Warga: Antik Puspita Sari (Mahasiswa Jurnalistik, UIN Alaudin Makassar)

PORTALMEDIA.ID -- Sajian makanan Tiram Bakar, khas Kabupaten Barru Sulawesi Selatan menjadi kuliner yang banyak digemari hingga menjadi viral akhir-akhir ini. Sajian ini ramai dikunjungi masyarakat, sehingga menjadi ladang bisnis dengan omset penjualan yang menggiurkan.

Tiram Bakar atau sering disebut Tiram-missu oleh masyarakat setempat merupakan hasil tangkapan nelayan yang didapatkan dari muara sungai Lajari, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Netizen: Bukan Hanya 22 Desember Saja, Tiap Hari Adalah Hari Ibu

Di desa tersebut terdapat puluhan rumah warga yang menjajakan dagangan kuliner tiram missu ini.

Tiram bakar sangat unik, karena disantap dengan menggunakan parutan mangga muda dengan sambel dan jeruk nipis,. Warga setempat dulunya mengkonsumsi sebagai hidangan keluarga. Namun, kini mereka justru menjadikan kuliner ini sebagai ladang usaha dengan omset yang menggiurkan.

Untuk menyajikannya, tiram terlebih dipanggang beserta kulitnya secara tradisional dengan menggunakan daun kelapa tua hingga matang.

Baca Juga : Citizen Report: Warga Gowa Keluhkan Bau Menyengat dari Sampah yang Menumpuk di Pinggir Jalan

Cara penyajiannya pun unik, yakni diletakkan di atas karung putih untuk menyantapnya, penggunjung harus berusaha membuka tiram tersebut dari cangkangnya dengan cara memukul dengan besi atau balok.

Seporsi tiram bakar dibandrol dengan harga kisaran Rp25 ribu hingga Rp 30 ribu, termasuk dengan nasi, racca mangga atau parutan mangga muda dan sambel jeruk.

Salah satu penjual Tiram Bakar di Desa Lajari, mengungkapkan bahwa omset dari penjualannya lumayan, tergatung dari banyaknya tiram yang didapat dari sungai.

Baca Juga : Citizen Report: Jalan Setapak Jadi Solusi Pengendara Motor untuk Genangan Air di Depan Puskesmas Samata

"Kita jual ini tiram tergantung yang minat, bair tetap segar adapi yang mau beli baru diambil lagi. Kalo hasilnya alhamdulillah, apalagi kalo hari libur jadi banyak yang kesini makan," ucapnya saat ditemui di Lajari, Senin ( 24/10/2022).

"Kalo liburan orang biasa banyak laku, ada Rp2 juta sampai Rp5 juta per hari didapat itu kalo masih rame-ramenya ka musim liburan orang toh,’’ lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru