Viral Pemuda Beratribut Matador, Ormas Bentukan Wali Kota Konvoi Ugal-ugalan, Polisi: Perlu Terapi Khusus
Aksi sejumlah pemuda menggunakan atribut ormas bentukan Wali Kota Makassar, Matador kembali viral. Dalam video yang tersebar, sejumlah pemuda tersebut melakukan konvoi di jalan raya dengan ugal-ugalan.
PORTALMEDIA.ID. MAKASSAR - Fenomena aksi ugal-ugalan di jalan raya dengan konvoi kendaraan bermotor, seperti berboncengan tiga, tidak menggunakan helm, kendaraan menggunakan knalpot brong, dan mengganggu pengendara lain, mulai muncul di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Seperti yang terjadi pada Sabtu (29/10/2022) malam kemarin. Sejumlah pemuda yang menggunakan atribut organisasi masyarakat bentukan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto yakni Makassar Tidak Kendor (Matador) melakukan aksi konvoi.
Baca Juga : Motivasi Siswa Paskibraka di Rujab, Wali Kota Makassar: Fokus pada Kemampuan dan Potensi Diri
Dari informasi yang dihimpun dan beberapa video yang beredar nampak sejumlah pemuda sambil membawa bendera, dan beratribut Matador melakukan aksi konvoi sembari menggeber-geberkan motornya di salah satu ruas jalan atau tepatnya di sebuah traffick light jalan.
Dari video yang dilihat, nampak satu orang pemuda berdiri di atas motornya, beberapa pemuda lain juga yang tidak menggunakan pakaian terlihat bahagia sambil berjoget. Seakan-akan suara geberan motor itu menjadi lantunan musik.
Menyikapi hal tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda bakal menempuh penindakan secara berbeda.
Baca Juga : Sambangi Rujab Wali Kota, PGIW Sulselra Apresiasi Komitmen Appi Jaga Keberagaman di Makassar
"Menyikapi maraknya anak sekolah yang konvoi tak menggunakan helm, bonceng tiga, dan knalpot brong maka perlu terapi khusus yang akan berbeda kali ini. Memang tidak akan menggunakan tilang manual langsung tapi akan dilakukan pemanggilan orang tua dan pihak sekolahnya," beber Zulanda dalam keterangannya, Minggu (30/10/2022).
Pembinaan Live Melalui Medsos
Pembinaan kata Zulanda, bakal difokuskan terhadap para orang tua dan pihak sekolah. Pembinaan bakal dilakukan secara live melalui media sosial agar disaksikan masyarakat luas.
"Kami akan memfokuskan membina pada orang tua dan sekolahnya dari anak-anak yang melanggar tersebut. Pembinaannya ini akan dipublikasikan ke sosial media kami secara umum dan live sebagai bukti pembinaan kami secara langsung yang dapat dilihat oleh masyarakat luas," ungkapnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Sebut Citra Daerah Ada di Tangan Jurnalis: Wartawan Itu Profesi Mulia!
Ia menambahkn, penindakan tegas bakal dilakukan jika petugas pelanggaran secara terulang dilakukan. Kendaraan bakal ditahan.
"Namun bila dari data kami pelanggaran tersebut dilakukan secara berulang, tentu kami akan melakukan penilangan terhadap anak tersebut dan menahan kendaraannya," ujar Zulanda.
Hal ini, lanjutnya, sebagai komitmen bersama untuk menyelamatkan anak bangsa dari ketidaktertiban yang akan berujung pada penyesalan.
Baca Juga : Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Wali Kota Munafri Perkuat Kolaborasi Pembangunan Makassar
"Ini juga akibat pembiaran yang dilakukan oleh kita secara bersama-sama karena tanggung jawab ini harus dilaksanakan oleh semua pihak antara orang tua, anak dan kami selaku Polantas," jelas perwira polisi berpangkat dua bunga melati itu.
"Penyelesaian bukan hanya surat peringatan namun kami akan menembuskan secara keseluruhan pada pihak sekolah terkait pelanggaran tersebut. Kami akan berkoordinasi pada Dinas Pendidikan yang membawahi SMP, MTSN, SMU, MAN, dan SMK sederajat Sekota Makassar karena aksi nyata program jagai anak ta harus diimplementasikan secara bersama-sama," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News