Mengenal Infertilitas pada Pria, Pasangan Perlu Tahu
Kendala dalam program hamil (promil) banyak dipengaruhi oleh infertilitas atau masa subur. Namun ternyata masalah ini tidak melulu terletak masa kesuburan pasangan wanita, ada juga dipengaruhi oleh masa kesuburan pria.
PORTALMEDIA.ID - Pernahkah mendengar istilah infertilitas? Infertilitas atau masalah kesuburan juga bisa terjadi pada pria.
Hal ini penting untuk dikenali apalagi bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil).
Dilansir dari laman mom kumparan.com, penelitian di National Library of Medicine menunjukkan, satu dari enam pria mengalami infertilitas karena sperma yang tidak normal seperti, jumlah, kualitas dan motilitasnya yang rendah. Ya, tanpa sperma yang sehat, peluang untuk hamil juga rendah.
Baca Juga : Ketemu di Pasar Malino, Suami Baru Tikam Suami Lama Hingga Tewas
Beberapa faktor termasuk gaya hidup, masalah kesehatan, masalah psikologis, hormon, serta riwayat cedera dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pria.
Lantas, adakah tanda tertentu bila suami mengalami infertilitas?
7 Tanda Infertilitas pada Pria
beberapa hal berikut ini bisa Anda waspadai sebagai kemungkinan tanda infertilitas pada pria seperti dikutip dari Mom Junction:
- Kesulitan ereksi dan ejakulasi atau cairan ejakulasi rendah dan hasrat seksual rendah.
- Nyeri dan muncul benjolan di daerah testis.
- Pertumbuhan payudara yang tidak normal seperti pada pria lainnya.
- Kerontokan pada rambut di kepala dan bagian tubuh lain seperti, wajah, perut, kaki dan ketiak.
- Massa otot berkurang.
- Infeksi saluran pernapasan berulang.
- Jumlah sperma lebih sedikit.
Nah, bila wanita tak kunjung hamil, bahkan saat sudah berhubungan intim secara rutin sesuai periode kesuburan, tidak ada salahnya untuk memeriksa tanda tersebut pada pria.
Segeralah berkonsultasi pada dokter kandungan atau ahli infertilitas jika pasangan pria mengalami salah satu gejala tersebut.
Tak sampai di sana, infertilitas pada pria juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:
- Kelainan bawaan termasuk sindrom klinefelter dan cystic fibrosis.
- Kelainan hormonal jangka panjang.
- Kanker kulit melanoma, kanker testis, kolorektal dan prostat.
- Stres berkelanjutan dan kesulitan dalam berhubungan seks.
- Memperparah masalah psikologis yang mungkin jadi penyebab infertilitas.
Meski begitu, jangan terlalu khawatir dulu, sebab, banyak masalah infertilitas pada pria bisa disembuhkan dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Oleh karenanya, penting bagi pasangan suami istri untuk memeriksa tingkat kesuburan sebelum program hamil agar kemunculan masalah bisa diminimalisir.
Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat, terutama bila Anda akan melakukan program hamil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News