MbS Ingin Hapus Mazhab Wahabi di Saudi, Ini Alasannya
MbS ingin membatasi pengaruh ulama garis keras yang mendorong pandangan Islam tanpa kompromi di Saudi.
PORTALMEDIA.ID -- Sejak diangkat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi, pangeran Mohammed bin Salman (MbS) melakukan banyak reformasi. Salah satunya ingin menghapus paham Wahabi sebagai satu-satunya mazhab di negara itu.
Padahal mazhab Wahabi sudah melekat dengan Saudi karena pendiri paham ini, Muhammad Ibnu Abdul Wahhab, berkontribusi terhadap pembangunan negara kerajaan tersebut.
Selain itu, ajaran Wahabi juga masuk dalam sistem pemerintahan Saudi. Ajaran Salafi-Wahabi dianut oleh sekitar lima juta Muslim Sunni di Arab Saudi. Karenanya, Wahabi dikenal sebagai paham Islam paling berpengaruh di sana.
Baca Juga : 20 Tahun Koma, Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia
Paham ini sangat melekat dengan Saudi karena ditegakkan oleh para ulama yang menjalankan peradilan dan polisi agama Saudi selama beberapa dekade. Ditambah, pemerintah Arab Saudi mengikuti tafsiran Wahabi terhadap kitab suci Al-Quran.
Wahabi merupakan pemikiran Islam yang berpegang teguh pada purifikasi atau pemulihan Islam ke bentuk yang sesuai Al-Quran dan hadis. Mazhab ini melarang inovasi.
Lalu bagaimana upaya MbS menghapus Wahabi sebagai satu-satunya ideologi di Saudi?
Baca Juga : 117 WNI Ditangkal Masuk dan Dipulangkan dari Arab Saudi
Dalam suatu wawancara, MbS menegaskan ajaran Wahabi bukan satu-satunya ideologi di negara itu.
"Hari ini tak boleh ada satu pun pihak yang memaksakan ajaran mereka yang menjadikannya satu-satunya paham di Saudi," ujar dia kepada The Atlantic, seperti dikutip Saudi Gazette pada Maret 2021 lalu.
Ia lalu mengatakan, Wahabi mungkin pernah menjadi ideologi di Saudi pada era 1980 hingga 2000.
Baca Juga : AS dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar, Picu Sorotan Global
"Hari ini, kami berada dalam jalur yang benar," ungkap MbS.
Untuk memperkuat komitmennya, MbS lalu membuat terobosan baru di Saudi. Salah satunya dengan membatasi pengaruh ulama garis keras yang mendorong pandangan Islam tanpa kompromi di Saudi.
Menurut Middle East Eye, kaum agamawan di Saudi sudah tak relevan di mata MbS. Ia ingin melepaskan diri dari belenggu masa lalu yang mengganggu reputasi negara dan menimbulkan citra negatif.
Baca Juga : Arab Saudi Izinkan Investasi Asing Sektor Properti di Dua Kota Suci
Di mata MbS, Wahabi adalah pengganggu, peninggalan masa lalu, dan pengingat masa kelam yang ingin dilupakan. Saudi hari ini diciptakan ulang agar hanya mengingat Al Saud, pendiri Saudi, bukan penceramah atau pengikutnya.
Selain itu, MbS menyebut hubungan kerajaan dengan Wahabi bermasalah. Puluhan tokoh agama ternama di Saudi juga banyak yang ditangkap belakangan ini
MbS juga menghapus polisi moral di Saudi yang dianggap merupakan turunan dari ajaran Wahabi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News