Kurang Sosialisasi, Penerapan Kurikulum Merdeka di Sulsel Tidak Maksimal
Kurangnya sosialisasi yang dilakukan terkait penerapan kurikulum merdeka, membuat sejumlah sekolah di Sulsel lambat menerapkan kurikulum tersebut di tahun ajaran baru ini.
PORTALMEDIA.ID, MAROS – Penerapan kurikulum merdeka di sejumlah Provinsi di Indonesia nampaknya banyak yang berbeda. Terbukti salah satu wilayah di Sulawesi Selatan belum maksimal menerapkan kurikulum tersebut.
Berdasarkan hasil konfirmasi Portal Media, hanya beberapa sekolah di Kabupaten Maros, Sulsel yang menerapkan pola pembelajaran kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru 2022/2023 yang dimulai hari ini, Senin (11/7/2022).
Menurut Kepala Sekolah SMK TRIDHARMA MKGR Maros, Mansyur menjelaskan, tidak semua sekolah di Kabupaten Maros menerapkan kurikulum merdeka.
Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Sulsel Edukasi Siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga Tentang Demokrasi
"Yang menerapkan kurikulum merdeka di Kabupaten Maros untuk tingkat SMK baru 2, yang pertama SMK 1 Maros dan SMK TRIDHARMA MKGR Maros. Sementara untuk tingkat SMA saya juga kurang tahu ada berapa sekolah yang menerapkan. Yang pasti kurikulum merdeka ini berlaku mulai dari jenjang pendidikan SD-SMA/SMK,"ungkapnya.
Ia mengakui, telah mendapat arahan dari pemerintah dalam penetapan kurikulum merdeka di tahun ajaran baru ini.
"Sebelumnya semua kepala sekolah sudah diarahkan untuk menerapkan tapi belum ditekankan karena informasi tentang kurikulum merdeka ini masih kurang, sehingga kami semua mencari referensi,"ungkap Mansyur.
Baca Juga : Bupati hingga Guru di Soppeng Dukung IKM : Kurikulum yang Memuliakan Anak
Mansyur menjelaskan, ada beberapa poin yang menjadi perbedaan dari kurikulum sebelumnya dengan kurikulum merdeka.
"Perbedaan mendasar, kurikulum sebelumnya sifatnya paket untuk setiap mata pelajaran. Sedangkan kurikulum merdeka adalah kurikulum yang sifatnya bertujuan untuk bagaimana anak-anak bisa mengasah bakat dan minatnya berfokus pada materi-materi yang mengarah yang akan membentuk soft skillnya untuk di kelas 10 dan pengetahuan kompetensinya untuk di kelas 11 dan 12. Artinya siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minatnya di mata pelajaran tertentu"
"Nanti ada list mata pelajaran yang ditawarkan oleh guru (Pihak Sekolah) bahwa inilah mata pelajaran yang harus kalian pelajari, juga di kurikulum merdeka ini ada mata pelajaran yang sudah dihilangkan, misalnya di Jurusan TKJ pelajaran Kimia dan Fisika sudah tidak ada,"terangnya.
Mansyur mengakui, pihaknya belum terlalu paham tentang kurikulum merdeka, lantaran belum ada sosialisasi secara offline.
"Kita hanya belajar sendiri, kita semua dari pihak sekolah masih mengakses informasi tentang Kurikulum merdeka, karena selama ini kita hanya share Google dan grup-grup saja,"ucap Mansyur.
Sementara itu, Wakasek Kesiswaan, Rizal mengatakan banyak nilai plus dari kurikulum tersebut. Pada kurikulum sebelumnya banyak yang tidak diterapkan pada poin-poin kurikulum merdeka.
"Ada mata pelajaran yang bisa berkolaborasi dengan mata pelajaran lain, artinya mata pelajaran yang satu bisa disambungkan ke mata pelajaran yang lainnya. Jadi siswa bisa lebih mudah memahami karena berantai, bersambung dengan mata pelajaran yang lain. Selain itu ada proses pembelajaran yang di sebut PBL (Project Based Learning) pengelompokan siswa di dalam kelas.Contohnya, siswa ini tingkat pemahamannya 90% maka akan di kelompokkan dengan siswa yang memiliki pemahaman yang sama, terus siswa yang pemahamannya menengah juga di kelompokkan. Begitu juga dengan siswa yang pemahamannya rendah, tetapi tetap akan belajar bersama. hanya saja soal-soal yang diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa/i. Jadi kita tidak memaksakan siswa/siswi untuk mereka paham hanya saja mungkin ada siswa yang timbul rasa isi tapi itu akan menjadi motivasi belajar,"Jelasnya.
Untuk menjadi sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka, lanjut Rizal, harus mendaftar terlebih dahulu. Pendaftaran kurikulum merdeka hanya bisa didaftarkan oleh kepala sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News