Pernyataan Jokowi Dukung Prabowo Dinilai Tidak Etis

Jokowi dan Prabowo.

Pakar hukum tata negara menyebutkan pernyataan Jokowi yang menyebutkan giliran Prabowo memenangkan Pilpres adalah pernyataan tidak etis.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, menilai pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menyebutkan giliran Prabowo yang menang Pilpres melanggar kode etik.

Pasalnya, pernyataan Jokowi terang-terangan menunjukkan endorsement terhadap Calon Presiden berikutnya. Sebagai penyelenggara negara, kata Bivitri, ada batas-batas etik yang tinggi. 

“Memang ada sebagian yang pasti akan bilang itu hanya basa-basi. Tapi justru di situ letak etik bagi penyelenggara negara. Dalam keseharian, dalam berkomentar, ada batas-batas etik yang tinggi karena bisa berpengaruh pada situasi politik, bahkan kebijakan,” kata Bivitri, dikutip dari tempo.co, Selasa (8/112022).

Baca Juga : Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Capai Rp308 Triliun, Alihkan Dana untuk Program Makan Bergizi

Menurut Bivitri, pernyataan Jokowi soal Prabowo bisa dimaknai dalam konteks negosiasi politik yang saat ini tengah berlangsung. Selain itu, pernyataan Jokowi juga bisa dimaknai dalam konteks kebijakan yang mungkin, harus, atau akan diambil mengenai putusan MK soal menteri yang maju nyapres atau nyaleg.

Bahaya Monarki

Dia menyebut pernyataan Jokowi malah makin menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara demokrasi, melainkan negara monarki. Pasalnya, penguasa selanjutnya seakan-akan mesti mendapatkan restu oleh penguasa saat ini.

“Juga, seakan benar-benar mau ganti-gantian. Karena Prabowo dulu kan rival Jokowi, jadi ganti-gantian saja. Sangat elitis, hanya siapa di lingkaran itu yang bisa ganti-menggantikan,” kata Bivitri.

Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI

Untuk diketahui, saat menghadiri HUT ke-8 Partai Perindo pada Senin (7/11/2022), Jokowi menyinggung soal kemenangannya di Pilpres 2014 dan 2019. Saat mengungkit hal itu, Jokowi terlihat tersenyum karena kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam acara tersebut. 

"Dua kali di Pemilu Presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo," ujar Jokowi sembari tersenyum. 

Prabowo merupakan rival Jokowi dalam Pilpres 2014. Saat itu ia berpasangan dengan Hatta Rajasa dan dikalahkan oleh Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla. Lalu pada Pilpres 2019, Prabowo kembali maju dan berpasangan dengan Sandiaga Uno, namun kembali dikalahkan Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin. 

Baca Juga : Prabowo Dorong Percepatan Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

"Mohon maaf Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi diikuti tepuk tangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru