Berada tak Jauh dari Lokasi, Ketua PPP Wajo Nyaris Jadi Korban Bom Istanbul

Potret Supriadi bersama Istrinya 10 menit sebelum bom terjadi di pusat perbelanjaan Taksim, Istanbul, Turki.

Ketua PPP Wajo, Supriadi Arief menjadi saksi terjadinya bom bunuh diri di Turki. Ia bersama rombongan bahkan nyaris menjadi korban.

PORTALMEDIA.ID, TURKI – Ketua PPP Wajo, Supriadi Arif tak pernah menyangka akan menjadi saksi langsung terjadinya bom bunuh diri di Istanbul Turki. 

Ia mengatakan saat bom meledak, ia bersama rombongan persis berada di lokasi kejadian, tapatnya di Taksim pusat berbelanjaan dan toko di Turki.

"Hanya sekitat puluhan meter di depanku bom meledak. Saya dan rombongan mendengarkan dan melihat langsung ledakan tersebut," ujar Supriadi kepada Portalmedia.id, Senin (14/11/2022). 

Baca Juga : Skandal Taruhan Guncang Sepak Bola Turki, 1.000 Pemain Diskors!

Bahkan, 10 menit sebelum pemboman, Supriadi mengaku ia bersama istrinya menyempatkan diri berfoto di lokasi yang terkenal itu.

"Ini fotoku pas jam 16.08, kejadian bom meledak jam 16.18,"ungkapnya. 

Supriadi juga menyebutkan baru kali ini ada lagi kejadian bom bunuh diri di Turki, setelah bertahun-tahun negara tersebut hidup dalam kedamaian. 

Baca Juga : Indonesia Resmi Beli 48 Jet Tempur KAAN dari Turki, Perkuat Pertahanan Udara Nasional

Sebelumnya diberitakan, Turki diserang bom Minggu (13/11/22). Serangan itu berhasil mengguncang pejalan kaki yang ramai di jantung kota Istanbul. Serangan itu membuat orang panik dan melarikan diri ke kafe dan toko.

Atas kejadian tersebut, dikabarkan enam orang tewas, dan yang lainnya luka-luka.

Sejumlah kendaraan darurat bergegas ke tempat kejadian di Istiklal Avenue, jalan raya populer di pusat kota tersebut.

Baca Juga : Arab Saudi, Irak, Tukri, hingga Azerbaijan Tawarkan Bantuan Cari Heli Presiden Iran

Istiklal merupakan jalan yang dipenuhi toko dan restoran yang mengarah ke Taksim Square dan merupakan ikon dari kota tersebut.

Dilansir dari satu video yang diposting online, ledakan keras terdengar dan kilatan terlihat saat pejalan kaki berbalik dan melarikan diri.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut ledakan itu sebagai "serangan berbahaya" dan merupakan teror terhadap negaranya. Recep berjanji akan mencari dan menghukum pelaku pemboman tersebut,

Baca Juga : Waspada! Turis Asal Turki di Bali Jadi Korban Penembakan

"Ini adalah teror. Pelakunya akan kami cari,"tegasnya.

Beberapa orang mengatakan, ledakan hari Minggu adalah pengingat yang mengejutkan akan kecemasan dan masalah keamanan yang mengintai penduduk Turki selama bertahun-tahun ketika serangan seperti itu biasa terjadi.

Baca Juga : Indonesia-Turki akan Terus Kerja Sama Bantu Palestina

Negara itu dilanda serangkaian pemboman mematikan antara 2015 dan 2017, beberapa kelompok Negara Islam, yang lain oleh militan Kurdi yang menginginkan peningkatan otonomi atau kemerdekaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Erdogan telah memimpin tindakan keras terhadap para militan serta anggota parlemen dan aktivis Kurdi. Di tengah meroketnya inflasi dan masalah ekonomi lainnya, kampanye anti-terorisme Erdogan adalah titik kumpul utama baginya menjelang pemilihan presiden dan parlemen tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru