Sebelum Jadi Menteri Jokowi, Sri Mulyani dan Retno Marsudi Ternyata Telah Bersahabat Sejak SMA
Sebelum sama-sama membantu Presiden Jokowi di jajaran kabinet pemerintahan, keduanya juga kerap bertemu di tengah kesibukan masing-masing.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, merupakan dua perempuan dibalik suksesnya perhelatan KTT G20 di Bali. Tercatat 17 kepala negara hadir secara langsung, di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.
Di Presidensi G20 Indonesia, sebagai Menkeu, Sri Mulyani berperan besar di financial track. Sementara sebagai Menlu, Retno Marsudi mengampu sherpa track.
"G20 itu kan ada finance track, jadi trek keuangan, ada trek sherpa yang lebih banyak kepada ekonomi secara keseluruhan dan pembangunan, dan kita itu menjadi pengampu dari masing-masing trek itu. Ibu Menkeu tentunya di trek keuangan, sementara saya di trek sherpa," tutur Retno, saat berbincang di Podkabs (Podkabs Kabinet dan Sekretariat Kabinet) yang tayang di kanal Youtube Sekretariat Kabinet.
Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami
Tidak banyak yang tahu, jika jauh sebelum keduanya menjabat menteri di Kabinet Jokowi, Sri Mulyani dan Retno telah bersahabat selama 43 tahun atau sejak mereka masih duduk di bangku SMA.
Retno menuturkan, pertemanannya dengan Sri Mulyani dimulai saat mereka sama-sama menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Semarang, di Jawa Tengah.
"Kita udah berteman, berapa ya. Kalau sekarang tahun 2022, kita berteman dari tahun 1979. Kita SMA kan bareng, terus kemudian Ani, Ibu SMI, Ibu Menkeu, aku manggilnya Ani, Ani ke Universitas Indonesia, saya ke Universitas Gadjah Mada," kisahnya.
Baca Juga : Hadiri KTT G20, Gibran Soroti Pentingnya Ketahanan Pangan Indonesia
Sebelum sama-sama membantu Presiden Jokowi di jajaran kabinet pemerintahan, keduanya juga kerap bertemu di tengah kesibukan masing-masing. Retno pun membagikan momen saat Sri Mulyani, yang waktu itu masih bertugas di Bank Dunia, mengajaknya untuk makan bersama.
"Dia datang ke Belanda, saya Dubes di Belanda. Jadi tiba-tiba saya dapat WA dari dia, dia bilang, ‘Ret, makan yuk!’ Terus, aku datang ke hotelnya dia. Terus, kita jalan dari hotelnya dia, kita cari makan berdua," tutur Menlu.
Baik Retno Marsudi maupun Sri Mulyani juga kerap membagikan momen persahabatannya di akun instagram pribadi masing-masing. Salah satunya, saat Retno menghadiri acara siraman putra bungsu Sri Mulyani, Luqman Indra Pambudi Sumartono pada bulan Juli lalu.
Baca Juga : Gibran Pimpin Delegasi Indonesia di KTT G20 Gantikan Prabowo
"Saya enggak bisa hadir waktu pernikahannya karena saya harus ke luar negeri, jadi saya betul-betul tunggu sampai saya nemenin Ani pada saat siraman. Setelah itu, saya pergi," kata Retno.
Tak hanya Retno, Sri Mulyani juga turut membagikan kisah pertemanan keduanya di Podkabs. Sri Mulyani mengungkapkan, meski berada di satu SMA, mereka memilih jurusan yang berbeda.
"SMA memang kegiatan saya banyak banget, Retno juga kegiatannya banyak. Dia ke Pramuka segala macam, kalau saya OSIS. Saya pernah jadi ketua OSIS, saya Paskibraka, dan yang lain-lain, olahraga, tim voli sekolah, karate saya ikut, jadi saya segala macam. Tapi saya tahu Retno sama saya, walaupun enggak pernah satu kelas," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga : Sri Mulyani Minta Maaf Usai Rumahnya Dijarah: Jangan Lelah Mencintai Indonesia
Di Podkabs, Sri Mulyani mengaku senang saat mengetahui dirinya dan Retno Marsudi diminta Presiden Jokowi untuk bersama-sama bergabung dalam kabinet pemerintahan.
"Waktu saya dipanggil pulang sama Pak Jokowi lagi untuk gabung, dan saya tahu ada teman saya, Retno, kita jadi makin erat saja. Senang lah, kan jarang ya satu kabinet itu dari satu SMA yang sama, jadi kita merasa ada special relationship dan memang ya enak, ngobrol sama Retno enak," pungkas Sri Mulyani. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News