Banjir di Kecamatan Manggala Belum Surut, Warga yang Bertahan Diminta Mengungsi
Banjir yang terjadi di Kecamatan Manggala, Kota Makassar belum juga surut. Tim SAR meminta warga yang masih bertahan untuk segera mengungsi.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Memasuki hari ke-3 ketinggian air yang merendam ratusan pemukiman penduduk di kawasan blok 8 dan blok 10, Jalan Ujung Bori Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum juga surut.
Tim SAR gabungan pun masih terus melakukan patroli guna memantau situasi, Minggu (20/11/2022) siang.
Diketahui kawasan padat penduduk itu terendam air bah saat hujan lebat yang mengguyur kota daeng seharian lebih pada Jumat (18/11/2022) lalu. Ketinggian air mencapai 1 meter lebih atau pinggang orang dewasa.
Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana
Dari pantauan Portalmedia.id di lokasi, nampak Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar didampingi TNI-Polri masih rutin melakukan patroli menggunakan perahu karet dan mengimbau warga yang bertahan di rumah mereka agar segera mengungsi, mengingat curah hujan tinggi masih melanda sebagian wilayah di Kota Makassar.
"Kami bersama TNI-Polri mengecek warga di setiap rumah warga apakah ada yang mau dievakuasi atau mengalami sakit. Sudah kurang yang menetap tapi masih ada," jelas Koordinator Tim Evakuasi BPBD Kota Makassar, Akbar kepada awak media, Minggu siang.
Dari data BPBD Kota Makassar ada sekitar 500 warga telah mengungsi di sepuluh titik pengungsian yang tersebar di blok 8 dan blok 10. Sedangkan untuk warga yang tinggal di blok 8 masih memilih bertahan di lokasi pengungsian yakni di masjid Al-Muttaqim.
Baca Juga : Diperkuat Putusan MA, Pemkot Makassar Segera Tertibkan Bangunan Liar di Lahan Kompleks Pemda Manggala
Dampak dari air yang merendam, membuat seluruh barang elektronik sejumlah warga rusak dan menghambat aktifitas sehari-hari untuk bekerja.
Sedangkan, Ketua RT 04 RW 08, Fathiya mengatakan, untuk jumlah warga yang mengungsi hingga hari ini terus bertambah.
"Hari ini sudah ada 16 KK masuk, sebagian mengungsi ke rumah keluarga," kata Fathiya.
Baca Juga : Ogah Mengeluh Soal Sampah, Warga CBP Manggala Sukses Bangun Ekosistem Zero Waste Mandiri
Selain itu, berbagai penyakit juga sudah menyerang sejumlah pengungsi.
"Ada kena kutu air, diare, tetap sudah ada tenaga medis dikasi obat sekarang sudah dijanjikan juga akan dibuat dapur umum," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News