Layanan Publik di Makassar Tak Ramah Kelompok Minoritas
kelompok yang terpinggirkan seperti transpuan (waria)
PORTALMEDIA. ID, MAKASSAR- Layanan publik di Kota Makassar dinilai belum mampu mengakomodir kebutuhan kelompok minoritas. Pelayanan kerap kali ditemukan mendiskriminasi kelompok yang terpinggirkan seperti transpuan (waria).
Kondisi ini terkuak dalam kegiatan Lokakarya Security System yang berlangsung di W Three Premiere Hotel (Sabtu, 26/11/2022), yang difasilitasi PKBI Sulsel melalui Program Inklusi.
Direktur PKBI Sulsel, Andi Iskandar Harun mengatakan Inklusi sosial bagi kelompok terpinggirkan (transpuan) sering mengalami masalah dalam pelayanan publik dan sosial.
Baca Juga : Gelar Pelatihan Jurnalistik, PKBI Sulsel Ajak Masyarakat Rajin Menulis
Misalnya dalam hal identitas kependudukan dan akses pendidikan. Banyak kelompok transpuan yang putus sekolah karena mendapat perlakuan diskriminatif di sekolah. " Kebanyakan putus sekolah, sekolah formal tidak terakses hanya sampai SD dan SMP, " katanya.
Begitu juga pada layanan kesehatan yang bersyarat, diskriminatif dan tidak ramah. Disisi lain tidak adanya kepastian perlindungan hukum dan akses layanan bantuan hukum terbatas. " Maka dari itu untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya yang lebih responsif dan menyusun strategi yang tepat.
Menurutnya upaya tersebut membutuhkan koordinasi yang baik dari berbagai kalangan baik itu pelaksana program, komunitas waria, pemerintah, kepolisian, keluarga sampai masyarakat sebagai pelindung bagi kelompok terpinggirkan.
Baca Juga : Sipir LPKA Kelas II Maros Jadi Orang Tua Asuh untuk 17 Anak Binaan
Pada kegiatan tersebut hadir juga narasumber dari Forum Jurnalis Inklusi, Rubianti Sudikio dan Azis La Sabbe sebagai fasilitator.
Rubianti sebagai perwakilan Forum Jurnalis Inklusi mengatakan, tiap-tiap orang memiliki harkat dan martabat yang sama, terlepas dari semua perbedaan yang ada." Pun demikian dengan transpuan, mereka juga manusia seperti kita semua. Maka, mari gemakan gerakan saling memanusiakan manusia".
Melalui Program INKLUSI dukungan Cowater Internasional, PKBI Sulawesi Selatan berupaya menggalang dukungan dan kemitraan kepada berbagai pihak terkait. untuk mendorong terwujudnya layanan yang ramah dan perlindungan bagi ABH dan kelompok terpinggirkan agar mampu menempatkan martabat dan individu mandiri sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.
Baca Juga : Dorong Perlindungan Disabilitas, Maros Kini Punya 12 Desa Inklusi
Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu sharing informasi terkait pencegahan dan alur penanganan kekerasan yang terjadi di wilayah tempat tinggal komunitas serta finalisasi dokumen security sistem berbasis komunitas dan keluarga.
Peserta yang hadir sebanyak 28 orang yang terdiri dari KWSS, KWKM, KBSM, KSM YGC, GIPA, Inti Muda, dan Perwakilan dari Forum Keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News