WALHI Sulsel Tolak Pembangunan PTLS Ala Danny: Makassar Bisa Dikepung Racun

Penulis : Firda
Ilustrasi/Int

PTLS yang diprogramkan Danny dinilai WALHI dapat membahayakan kesehatan warga Kota Makassar.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel kembali menegaskan penolakannya terkait rencana Pemerintah Kota Makassar membangun Pembangkit Tenaga Listrik Sampah(PTLS). 

PLTS yang diprogramkan Walikota Makassar, Moh Ramadhan "Danny" Pomanto ini dinilai WALHI dapat membahayakan kesehatan warga Kota Makassar.

"Plastik saja dibakar beracun, apalagi dicampur batu-bara, kita di Kota Makassar hidup dikepung racun," ungkap Direktur Eksekutif WALHI Daerah Sulsel, Muhammad Al Amin, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi

Amin mengatakan perlu ada visibility study sebelum merancang PTLS ala Danny ini sebelum dipublikasikan ke publik.

"Sesungguhnya kalau melihat kondisi sampah Makassar, agak sulit karena PTLS menggunakan sampah kering sebagai bahan baku pembakarannya sedangkan di TPA Antang sampah basah bercampur dengan sampah kering bahkan didominasi sampah basah," jelasnya.

Ia menuturkan jika menggunakan sampah basah, harus menggunakan batu-bara dengan treatment mencampur agar sampah tersebut bisa terbakar.

Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026

"Kalau ini yang digunakan pemerintah, akan berdampak luar biasa terhadap kehidupan masyarakat sekitar karena batu-bara dicampur dengan sampah basah itu racunnya luar biasa," ucapnya.

Alumni Universitas Hasanuddin ini juga mengatakan, pemerintah akan membeli sampah-sampah dari kota lain untuk menyuplai bahan bakar PTLS. 

"Dengan demikian Kota Daeng ini akan import sampah atau pusat sampah karena semua sampah disimpan di Makassar untuk pembangunan PTLS," katanya.

Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi

"Ini yang membuat WALHI belum menyetujui rencana pembangunan PTLS di Kota Makassar," tambah Amin.

Lebih lanjut Amin menjelaskan seharusnya sebelum bicara PTLS Pemkot harus melakukan upaya pemilihan sampah di Kota Makassar yang dimulai dari rumah tangga.

"Tapi sepertinya Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini tidak mampu mendorong publik agar memilah sampah dari rumah," ucapnya.

Baca Juga : Pengamat Nilai Ketegasan Munafri Tertibkan Parkir Liar hingga PKL Sangat Tepat Menata Makassar

Sebaliknya, Amin mengatakan belum melihat prestasi DLH saat ini, patut untuk Danny mengevaluasi kinerja DLH, karena hingga saat ini upaya untuk mengatasi sampah di Kota Makassar belum terlihat ada inovasi baru.

"WALHI Sulsel pernah berdiskusi dengan DLH tapi responnya cukup minim, bahkan menawarkan kerjasma tapi DLH sepertinya tidak meresponnya dengan saat baik," ungkapnya.

Amin mengatakan Investor juga perlu memikirkan dan menganalisa untung rugi dari pembangunan PTLS di Kota Makassar terutama soal bahan baku.

Baca Juga : Munafri–Aliyah Kompak Hadiri Muscab Hanura Makassar, Tegaskan Komitmen Kolaborasi Lintas Partai

"WALHI Sulsel akan melakukan serangkain cara untuk menghentikan, sekali lagi sebelum dijalankan sebaiknya lakukan konsultasi publik dengan banyak pihak agar rencana itu tidak merujuk," tutupnya.

Diketahui sebanyak 36 perusahaan yang bersaing untuk memenangkan proyek pembangkit listrik sampah milik Pemerintah Kota Makassar, melalui lelang yang telah diselenggarakan Pemkot Makassar.

12 diantaranya merupakan perusahaan murni asing, 7 perusahaan modal asing, dan 17 perusahaan modal dalam negeri (PMDN).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru