Tak Kunjung Diangkut, Warga Gowa Keluhkan Sampah Menumpuk di Tepi Jalan Samata
Tempat pembuangan sampah sementara itu dikeluhkan warga setempat karena selain mengeluarkan bau menyengat.
PORTALMEDIA.ID, GOWA - Warga Kelurahan Romang Polong Kabupaten Gowa, mengeluhkan tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah sementara di tepi jalan Tun Abdul Razak, Samata Gowa yang tak kunjung diangkut.
Tempat pembuangan sampah sementara itu dikeluhkan warga setempat karena selain mengeluarkan bau menyengat, sampah-sampah berhamburan hingga ke bahu jalan menganggu pengguna jalan saat melintas di jalan tersebut.
Baca Juga : Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Bersihkan Tumpukan Sampah di Kanal Kandea
"Sangat mengganggu pemandangan dan tidak etis karena berada di lokasi keramaian pengguna jalan. Bahkan sampah sering berceceran ke bahu jalan," Kata Saleh, warga Gowa yang setiap hari melintas di jalan itu, Rabu (30/11/2022).
Menurutnya, pihak kelurahan setempat harus berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencari solusi berkelanjutan untuk membenahi tumpukan sampah tersebut."Setidaknya ada upaya dari pemerintah setempat untuk mengatasi ini," tandas dia.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Al Amin menilai pengelolaan sampah di Gowa cukup buruk.
Baca Juga : Sambut 32 Duta Besar, Pemkot Makassar dan APINDO Sulsel Kolaborasi Rancang Program Green Economy
Infrakstuktur persampahan di Gowa menurutnya masih sangat rendah dibandingkan Makassar. "Bahkan mobil sampah itu tidak menyeluruh di kawasan Gowa," terangnya.
Hal tersebut menimbulkan tempat pembuangan sampah sementara bertebaran dimana-mana di Gowa, yang menurutnya tidak seharusnya ada.
Menurut Amin, Pemkot Gowa harus berani melibatkan produsen sampah untuk membangun program guna menghentikan laju penumpukan sampah di daerahnya.
Baca Juga : Progres Sudah 40 Persen, Appi Kebut Pembenahan TPA Antang Menuju Sanitary Landfill
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa, Azhari Azis mengatakan daerah itu bukan tempat sampah, tapi banyak warga yang membuang sampah di situ hingga petugas kebersihan kewalahan.
"Biasanya (tempat itu) over kapasitas," katanya saat di hubungi, Rabu (30/11/2022).
Untuk sementara, lanjut Azhari sudah melakukan koordinasi dengan Camat Somba Opu dan Lurah Romang Polong untuk memberi pembatas agar warga tidak membuang sampah lagi di tempat itu.
Baca Juga : Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Dinas PU Pastikan Tanah Urug Berasal dari Tambang Berizin
"Kami akan pagari itu kerja sama dengan camat dan lurah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News