Menuju Pilpres 2024

PKS Umumkan Putusan Dukungan Capres di Akhir Tahun 2022

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Foto: ist

PKS menyebut akan segera mengumumkan dukungan capres pada akhir 2022 nantinya, atau sebelum memasuk tahun 2023.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) segera mengambil keputusan terkait pencalonan presiden. Majelis Syuro PKS akan mengambil keputusan di akhir tahun 2022 terkait siapa calon presiden (capres) yang bakal diusung.

"Insyaallah akhir tahun akan ada majelis syuro mudah-mudahan ada keputusan. Kita lebih cepat lebih baik tapi memang banyak pertimbangan yang harus dilakukan," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, dikutip dari liputan6.com, Rabu (30/11/2022).

Mardani pun yakin deklarasi koalisi dan calon presiden serta calon wakil bisa digelar pada awal tahun depan.

Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel

Dia mengakui paling menguat adalah mencalonkan Anies Baswedan bersama Nasdem dan Demokrat. Tetapi belum tahu apakah PKS juga akan mengajukan nama sebagai cawapresnya.

"Saat ini pak Anies dengan Nasdem dan Demokrat itu opsinya," ujarnya.

Untuk saat ini PKS masih berpegang mengusulkan Ahmad Heryawan sebagai calon wakil presiden. Tetapi keputusan harus diambil bersama-sama.

Baca Juga : SBY Desak Peran Aktif PBB Cegah Ancaman Perang Dunia Baru

"Itu kita bahas bersama yang jelas kanh Aher, tapi kita bahas terus bersama koalisi karena kesepakatannya bukan kesepakatan PKS tapi kesepakatan mas Anies dengan tiga partai," kata Mardani.

Tergantung Dinamika Politik

Sementara itu Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan, dalam pembahasan Majelis Syuro akan mendengarkan laporan oleh Sohibul Iman yang ditugaskan membangun komunikasi politik.

Keputusan Majelis Syuro ini tergantung dinamika politik yang terjadi.

Baca Juga : Demokrat Satu Barisan dengan Prabowo soal Usulan Pilkada oleh DPRD

"Salah satu bahasan penting adalah laporan dari Wakil Ketua MS Dr.Sohibul Iman yg ditugaskan membangun komunikasi politik di tim kecil dan partai politik lainnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru