Keluarga Sebut Murni Kecelakaan, Anak yang Tewas di Lubang Galian Drainase tak Diautopsi

Penulis : Reza Rivaldi
Polisi memasang garis pembatas atau police line di lokasi kejadian bocah tertimbun pasir. Foto: ist

Keluarga bocah (A) yang meninggal di lubang galian drainase milik Dinas PU Kota Makassar menolak untuk menjalani proses autopsi pada A.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pihak keluarga bocah berinisial A (9) yang meninggal di lubang galian drainase disebut menolak proses autopsi. Diketahui A meninggal setelah jatuh ke dalam lubang dan tertimbun di gundukan pasir proyek pengerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. 

Pihak orang tua bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu telah menandatangani berita acara penolakan autopsi dan mengaku peristiwa yang menimpa anaknya itu murni kecelakaan.

"Orang tua korban sudah tandatangan penolakan autopsi. Karena mungkin murni kecelakaan toh. Kan namanya anak-anak main-main," jelas Kapolsek Makassar, AKP Andi Aris Abu Bakar dengan dialek khas Makassar, kepada Portalmedia.id, Kamis (1/12/2022) malam.

Baca Juga : Lewat Makassar Move, Wali Kota Munafri Ajak Warga Olahraga Sambil Awasi Fasilitas Publik

Andi Aris juga membenarkan bahwa pasir yang berada di lokasi tersebut memang material dalam proyek pengerjaan drainase.

"Intinya begini, korban merasa memang bahwa ini murni kecelakaan. Namun, intinya kita tetap (lanjutkan) kalau memang ada laporan," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, malang nasib bocah berinisial A (9) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu meregang nyawa usai tertimbun pasir proyek pengerjaan drainase atau parit milik Dinas PU Pemkot Makassar.

Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi

Kejadian nahas itu terjadi di Jalan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulsel, pada Rabu (30/11/2022) sekira pukul 14:30 Wita, siang tadi.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi mengatakan posisi korban saat terjatuh dalam lubang parit, yakni kepala di bawah sedangkan kakinya di atas. Sejumlah rekan korban pun berusaha menariknya namun tidak mampu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru