Ogah Dibawa ke Kantor, Mahasiswa Terjaring Razia Indekos di Makassar Sebut Nama Pejabat Polisi

Penulis : Reza Rivaldi
Salah satu oknum mahasis yang kedapatan petugas tengah berduaan dalam kamar dengan wanita dan berupaya memberikan alasan agar tidak digiring ke Kantor polisi (Reza/portalmedia)

Mereka juga enggan disorot kamera, bahkan sempat mendatangi awak media memprotes peliputan razia penyakit masyarakat ini.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar menggelar razia di sejumlah indekos menyikapi maraknya aksi pembuangan bayi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Razia dilakukan di tiga titik kos-kosan elit yakni di Jalan Urip Sumiharjo, Jalan Boulevard, dan Jalan Ance Dg Ngoyo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, pada Jumat (2/12/2022) malam hingga Sabtu (3/12/2022) dini hari.

Dari razia itu diamankan sebanyak lima pasangan atau berjumlah 10 orang bukan suami istri yang digiring petugas menuju Mapolrestabes Makassar.

Baca Juga : Marak Pembuangan Bayi di Makassar, Dinsos Minta Orang Tua Jaga Anak Perempuannya

"Kami temukan yang pasangan bukan suami pernikahan di dua lokasi. Ada kami dapatkan 5 pasangan bukan suami istri," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald TS Simanjuntak kepada awak media.

Reonald juga mengatakan bahwa dalam razia kali ini pihaknya juga mengamankan sejumlah mahasiswa dan salah satu pasangan entertainment lokal Kota Daeng.

"Salah satu mengaku penyanyi lokal di Makassar," bebernya.

Dari pantauan Portalmedia, razia pertama yakni sebuah kos-kosan tiga lantai yang terletak di Jalan Urip Sumiharjo. Satu persatu pintu kamar diketuk oleh petugas, di lokasi itu sendiri selama hampir satu jam petugas memeriksa tidak menemukan pasangan kumpul kebo.

Razia pun dilanjutkan menuju bilangan Jalan Boulevard, dengan menunjukkan surat tugas yang lengkap terhadap pengelola indekos petugas pun langsung menyisir sejumlah kamar.

Di lokasi itu ditemukan tiga pasangan yang tidak bisa menunjukkan bukti ikatan pernikahan. Mereka juga rata-rata berdalih bahwa hubungan mereka bukan kekasih melainkan hanya kerabat dekat.

Berlanjut, ke Jalan Ance Dg Ngoyo salah satu pasangan mesum yang berstatus mahasiswa nampaknya enggan koperatif saat hendak dibawa oleh petugas. Mereka berdalih mengenal Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.

Mereka pun berupaya dengan keras agar tidak dibawa petugas.

"Saya kesini atas nama undang-undang saya juga dapat perintah ini dari pimpinan, jadi bapak kalau mau dihargai hargai juga kami," kata salah satu perwira polisi yang memimpin operasi tersebut.

Mereka juga enggan disorot kamera, bahkan sempat mendatangi awak media memprotes peliputan razia penyakit masyarakat ini.

Sebagaimana diketahui, Satreskrim Polrestabes Makassar bakal gencar melakukan sosialisasi atau bahkan razia sejumlah indekos guna upaya pencegahan aksi kumpul kebo yang dapat meresahkan masyarakat.

"Razia dilakukan karena maraknya aborsi, maraknya temuan orok-orok bayi jadi kami melakukan upaya pencegahan untuk hal itu," tukas Reonald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru