Soal Impor Beras, Mentan: Bukan Masalah Impor atau Tidak, tapi Kenapa Harga Naik?

Mentan SYL. Foto: ist

Mentan SYL menyebutkan, pihaknya tidak mempermasalahkan apakah impor beras atau tidak, namun yang lebih menjadi perhatian adalah kenapa harga beras naik?

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku selama ini tak pernah mempermasalahkan apakah pemerintah mengambil kebijakan impor beras atau tidak. Yang menjadi fokus perhatiannya selama ini adalah harga beras yang terus cenderung naik.

"Yang masalah kan bukan impor atau tidak, tapi kenapa harga ini (naik). Kita sikapi secara bersama," ujar Syahrul di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari tempo.co, Selasa (6/12/2022).

"Saya, Mendag (Menteri Perdagangan), dan semua agar menyikapi, mungkin saja kan ini masalah perdagangan yang harus kita selesaikan," lanjutnya. 

Baca Juga : Strategi Pangan Presiden Prabowo: Mentan Amran Pastikan Stok Bahan Pokok Surplus hingga Idul Fitri

Kementerian Pertanian menyebut data stok beras di penggilingan mencapai 610.632 ton yang tersebar di 24 provinsi dengan rentang harga Rp 9.359 hingga Rp 11.700 per kilogram.

"Kan kesepakatan negara, data negara itu ada di BPS dan standing crop kita, data dari satelit juga aman, kemudian laporan dari gubernur dan bupati juga aman. Kalau ada dinamika harga seperti itu, penyikapannya harus bersama," kata Syahrul.

Lebih jauh Syahrul menyatakan permasalahan cadangan beras pemerintah (CBP) adalah soal kebijakan, dan bukan masalah ada atau tidak adanya beras.

Baca Juga : Bulog Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

"Sebaiknya yang menjawab itu adalah data bahwa secara faktual di lapangan, rakyat mau menjual dengan harga yang lebih mahal karena cost produksi ada kenaikan," katanya.

Ia lalu menyampaikan instruksi dari Presiden Jokowi agar dilakukan faktualisasi data dan bukan hanya melihat data di atas kertas.

"Kenapa harganya mahal? Negara harus ada (untuk) mem-backup harga, ketersediaan cukup, harga juga terjangkau," kata Syahrul menirukan pernyataan kepala negara.

Baca Juga : Titiek Soeharto Kritik Keras Bapanas Soal Penumpukan Stok Beras di Bulog

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beras dari luar negeri sebanyak 200 ribu ton.

"Kita siapkan 200 kilo ton di luar negeri, nanti begitu diperlukan waktunya, kita masukkan," kata Arief.

Saat ini CBP ada sebanyak 514 ribu ton. Dengan ditambah dari beras impor yang akan masuk, jumlah cadangan beras tersebut akan bertambah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru