Suarakan Rasuah di Dunia Pendidikan, Lukisan Pajo-pajo Keadilan: Hukum Hanya untuk Menakuti
Memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh setiap 9 Desember, seniman Makassar menampilkan lukisan Pajo-pajo Keadilan yang menyuarakan korupsi yang terjadi di dunia pendidikan.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Korupsi tak hanya terjadi di lingkup eksekutif maupun legislatif, namun juga terjadi di tempat menimba ilmu layaknya sekolah.
Hal ini yang coba dituangkan oleh salah-satu seniman pelukis bernama Fauzi dalam lukisannya yang berjudul 'Pajo-Pajo Keadilan'.
Dalam lukisannya dapat terlihat dengan jelas sebuah orang-orangan sawah, hal ini kata Fauzi menggambarkan bahwa hukum dibuat untuk menakut-nakuti.
Baca Juga : Ketua DPRD Makassar Ikut Peringati Hari Anti Korupsi: Gerakan Anak Muda Harus Disuarakan
"Hukum hanya sekadar untuk menakut-nakuti, jadi hukum itu seperti orang-orangan sawah yang fungsinya memang hanya untuk menakut-nakuti," ujarnya kepada awak media di aksi perfomence art 'Seni Melawan Korupsi' di bawah Flyover, Jalan Urip Sumohardjo, Kamis (8/12/2022).
Sementara untuk tulisan 'Aku Benci Korupsi' di name tag baju SD-nya, sambung Fauzi, hal ini menyinggung realita di mana biasanya pada penerimaan siswa-siswi baru, para murid harus membayar atribut sekolah yang tak sesuai dengan harga sebenarnya.
"Slogannya itu, ada unsur korupsinya di situ," tegasnya.
Baca Juga : Materi Orasi Tak Terdengar, Aksi Mahasiswa Peringati Hari Anti Korupsi di Makassar Sekedar "Polusi"
Bukan cuma itu, nampak di tangan kiri orang-orangan sawah memegang timbangan dan satunya lagi memegang pedang, yang kata Fauzi menggambarkan simbol hukum dan Dewi keadilan yang dipermainkan.
"Hukum perlu ditempatkan di tempat yang benar," singkatnya.
Melalui perfomence art 'Seni Melawan Korupsi' yang diikutinya ini, kata Fauzi, ia berharap dapat menginspirasi, sebagai wake up call, dan dapat membuat setiap individu menjadi lebih baik lagi dalam konteks anti korupsi.
Baca Juga : Ini 20 Titik Aksi Demo di Makassar dalam Rangka Hari Anti Korupsi Sedunia Hari Ini
Diberitakan sebelumnya, aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi Sulsel (MARS) berkolaborasi dengan seniman Makassar Art Initiative Movement (MAIM), memperingati Hari Anti Korupsi melalui aksi kreatif berupa performance art dengan tema ‘Seni Melawan Korupsi’.
Kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember ini dilaksanakan di bawah jembatan layang Fly Over di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis, (8/12/2022).
Ketua Anti Coruption Committe (ACC) Sulawesi Abdul Kadir mengatakan dalam perfomence art ini, ada tiga isu sentral yang diangkat dan dituangkan dalam bentuk seni lukisan yaitu soal penegakan hukum, demokrasi, dan sikap anti korupsi.
Baca Juga : Aktivis di Makassar Tuangkan Kritik Penanganan Korupsi Lewat Lukisan
"Pertama soal demokrasi, soal kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, kemudian kriminalisasi dan seterusnya, kedua soal penegakan hukum di mana dilihat dari konteks pemberantasan korupsi hari ini, penegakan hukum tidak berjalan dengan baik," ujarnya kepada awak media.
Selain itu, poin ketiga yaitu kritik sikap anti korupsi yang disampaikan oleh pemerintah, kata Abdul Kadir, hanya sebatas gimmick, tidak pernah dilaksanakan secara maksimal di lapangan.
"Sikap anti korupsi itu bukan sikap yang ditorehkan dan dijalankan secara serius oleh pemerintah nah berdasar isu tadi itu yang dituangkan dalam lukisan hari ini," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News