Jemaah Haji Bersuhu 37,5 Derajat Celsius Langsung Tes PCR di Asrama Haji Sudiang
Bila swab PCR jemaah haji Makassar haslinay positif, maka jemaah dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani isolasi mandiri.
PORTALMEDIA.ID -- Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan jemaah haji yang baru tiba dari tanah suci Mekah dengan suhu badan diatas 37,5° Celcius akan menjalani swab PCR (polymerase chain reaction) di Poliklinik UPT Asrama Haji Sudiang Makassar.
Hal tersebut ia ungkapkan pada sesi wawancara dengan TV One yang berlangsung di lantai 2 gedung PHU Kanwil Kemenag Sulsel Jl Nuri Nomor 53 Makassar dimana Ikbal Ismail sehari-harinya berkantor sebagai Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Kepada reporter TV One yang menanyakan tentang persiapan dan kesiapan PPIH Embarkasi Debarkasi Makassar dalam menyambut kepulangan jemaah haji, Ikbal menjelaskan semua tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk mengantisipasi jika ada yang terindikasi positif Covid 19.
Baca Juga : Cuaca Panas dan Beban Pesawat, Kadaker Bandara Imbau Jemaah Tertib Barang Bawaan
"Panitia sudah siap. Insya Allah tanggal 27 Juli seluruh Panitia Debarkasi akan masuk Asrama Haji Makassar untuk mempersiapkan penyambutan kepulangan jemaah haji hingga melepas kembali ke daerah asal masing-masing," jelas Ikbal, dilansir Kamis (14/7/2022).
Lanjut diterangkan, kloter pertama akan tiba pada hari Kamis 28 Juli 2022 pukul 16.40 dan langsung diarahkan ke Aula Arafah.
"Disini kita akan berlakukan prokes secara ketat serta jemaah akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu dengan Infrared thermometer atau thermo gun sebelum memasuki aula Arafah," kata dia.
Baca Juga : Catat! Barang Ini Dilarang Masuk Koper Bagasi Jemaah
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila terdapat jemaah yang terpapar Covid 19.
"Jika ada yang suhu tubuhnya diatas 37,5 derajat maka kita arahkan ke poliklinik untuk menjalani swab PCR," tuturnya.
Dia mengatakan apabila hasil swab PCR positif, maka jemaah yang bersangkutan akan dirujuk ke Rumah Sakit milik Pemprov Sulsel untuk penanganan lebih lanjut serta menjalani isolasi mandiri karena fasilitas tersebut tidak disediakan di Asrama Haji Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News