Festival Kala Monolog Makassar, "Pulih" untuk Kembali Terhubung

Penulis : Firda
Salah satu penampilan monolog terbaik pada kegiatan Festival Kala Monolog 2022, Minggu (11/12/2022) malam, di gedng kesenian Societiet de Harmonie, Kota Makassar, Foto: Portalmedia.id/Firda

Usai vakum karena kondisi pandemi covid-19, Festival Kala Monolog (FKM) kembali digelar. Dengan mengusung tema "Pulih" menjadikan momen para kreator monolog kembali terhubung dalam 1 panggung.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebagai upaya mempertahankan ekosistem teater di Kota Makassar, Kala Teater kembali menghelat Festival Kala Monolog (FKM) ke-12 dengan mengusung tema "Pulih" yang berlangsung 8-11 Desember 2022, di gedung Kesenian Sulsel, Societiet de Harmonie.

"Menilik tema umum tahun ini yakni "Pulih", FKM diharapkan menjadi wadah untuk kita kembali terhubung setelah pandemi yang telah mengubah banyak pola kehidupan kita. Termasuk dalam seni pertunjukan," ujar Direktur FKM 2022, Sukarno Hatta, Minggu (11/12/2022)

Kegiatan yang diinisiasi sejak 2009 tersebut telah melibatkan sekitar 99 aktor dari berbagai kalangan dan wilayah di Indonesia. "Tidak hanya itu, terhitung di festival kali ini sebanyak 50 naskah telah dipentaskan pada panggung FKM," sambungnya.

Libatkan 11 Kelpompok 

Baca Juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada dan Jaga Kesehatan

Sukarno menyebutkan, selain pertunjukan yang melibatkan 11 kelompok dari Makassar, Gowa, Majene, Polman, dan Palu.

"Adapun kelompok seni yang terlibat yaitu Teater Kakanna Polewali Mandar, Teater Sahban SMAILJA Gowa, Lentera Silolangi Palu, Gatra Mamasa, Komunitas Seni Adab Gowa, Studio Lino makassar, Ukm Seni Katarsis Makassar, UKM Romansa Makassar, Lentera Makassar, Kana Teater Takalar, UKM Seni Budaya Nobel Art, Makassar, dan SPaSI IMSI KMFUB-UH Makassar," rincinya.

FKM 2022 juga menggelar workshop Keaktoran dan Bercerita. Juga memfasilitasi diskusi yang membahas terkait "Masa Depan Aktor Teater".

Baca Juga : Neymar Positif Covid-19

"Diskusi dan workshop ini dipandang perlu sebagai upaya distribusi pengetahuan dan dialog bersama teman-teman pelaku teater," paparnya.

Adapun naskah yang di pentaskan pada perhelatan kali ini meliputi:
1. Jurus Pedang yang Tak Wajar karya Joned Suryatmoko
2. Kota yang Khianat karya Imas Sobariah
3. Nadi di Ujung Taji karya Wulan Dewi Saraswati
4. Pelarian dari Tamalate karya Shinta Febriany
5. Prana di Sebuah Teras Pria Tua karya Dyah Ayu Setyorini
6. Rasa karya Agnes Christiana
7. Ruang Tunggu Kemoterapi karya Nurul Inayah
8. Seseorang Mengeja Kamar Mandi karya Udiarti
9. Sopir 1989 Karya Azhari Aiyub Muhammad Alwan, Komunitas seni Adab
10. Wabah: Reinkarnasi karya Ibed S Yuga.

Puncak kegiatan ini ialah malam Penganugerahan Festival Kala Monolog 2022, dimana monolog terbaik ke tiga diraih Ince Muhammad Alwan dari Komunitas Seni Adab Gowa, monolog terbaik ke dua disabet Nurhikmayanti dari UKM Romansa Makassar dan monolog terbaik ke satu Annisa Saskia putri yang berasal dari Lentera Silolangi Palu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru