Rekor Unbeaten PSM Runtuh, Tavares Nilai Kinerja Wasit Tetap Saja Ngawur
PSM Makassar yang sempat menghuni posisi puncak harus rela turun ke peringkat empat klasemen sementara.
PORTALMEDIA.ID -- Gol tunggal Lulinha, gelandang sayap Madura United akhirnya mematahkan status tak terkalahkan (unbeaten) PSM Makassar dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (15/12/2022) malam.
Dengan kekalahan itu, PSM Makassar yang sempat menghuni posisi puncak harus rela turun ke peringkat empat klasemen sementara. Sebaliknya Madura United meroket ke peringkat tiga klasemen sementara dengan raihan 29 poin dari 15 laga.
Madura United membobol gawang PSM Makassar pada menit 45+1'.
Baca Juga : Perkuat Bisnis dan Dukungan Suporter, PSM Makassar dan Cahaya Bone Resmi Berkolaborasi
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengakui keunggulan lawan. Namun dia menilai timnya tidak bermain jelek. Hanya, memang gol yang diharapkan tidak kunjung datang.
"Selamat untuk Madura United. Kami punya lebih banyak peluang daripada Madura United tapi kami tidak bisa mencetak gol dan punya banyak peluang menurut saya," ujar Bernardo Tavares seusai laga.
Pelatih asal Portugal itu menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol. Malah, timnya harus kembali kecolongan di akhir babak pertama.
Baca Juga : Ambisi Besar PSM Makassar Lawan Persis Solo, Tomas Trucha Datang dengan Kekuatan Penuh!
"Empat peluang, mereka cetak satu gol dan kami punya enam peluang tapi kita tidak cetak gol. Babak kedua kami punya peluang dan harus mengejar ketertinggalan, tetapi inilah sepak bola tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan malam ini," keluhnya.
Tavares mengatakan seandainya PSM Makassar tidak kebobolan, mungkin jalannya pertandingan akan berbeda.
"Kenapa Madura United memenangkan laga? Karena mereka mencetak gol. Itu saja. Tapi saya bangga dengan para pemain, mereka bermain dengan hati dan kami juga melakukan permainan yang bagus," lanjut Bernardo Tavares.
Baca Juga : Gol Tunggal Abu Kamara Antarkan PSM Makassar Tumbangkan Dewa United 1-0
Bernardo Tavares menilai kepemimpinan wasit masih tetap saja ngawur. Setidaknya ada tiga momen di duel melawan Madura United yang menjadi sorotannya.
"Sebetulnya ini bukan alasan bagi saya tapi betul-betul wasit melakukan tugas yang menurut saya tidak bagus. Saya beri tiga contoh dari momen-momen pertandingan tadi saat Ricky Pratama di babak pertama mengejar bola dan pelanggaran yang dilakukan kepada Ricky, kalau bukan penalti ya pasti freekick tapi tidak terjadi apa-apa padahal ini pelanggaran yang sangat keras sekali," tandasnya.
"Yang kedua adalah kartu kuning yang diberikan kepada Kenzo Nambu, dia buat apa sih sampai layak mendapat kartu kuning. Kemudian ekstratime yang diberikan wasit hanya tiga menit. Padahal Madura United banyak menghentikan pertandingan," sambungnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Dukung Pembinaan Usia Dini di Grassroots Football Festival
Bernardo Tavares berharap kinerja wasit Liga 1 bisa lebih baik lagi. Atau paling tidak dia menyarankan para wait ini menonton pertandingan Piala Dunia Qatar dalam memimpin suatu pertandingan.
"Ini ada momen Piala Dunia, paling tidak saya berharap kepada wasit untuk menonton laga Piala Dunia. Tidak mungkin kita memainkan olahraga yang sama tapi aturannya berbeda. Saya berharap wasit lebih bagus ke depannya," ucap dia.
Tavares melakukan rotasi pemain PSM saat berjumla Madura United di Pekan ke-15 dalam lanjutan laga kompetisi liga kasta tertinggi Indonesia ini, dengan tujuan untuk menjaga kebugaran di sisa 2 laga di Bulan Desember.
Baca Juga : Andi Widya Warsa Syadzwina Resmi Doktor, Angkat Isu Komunikasi dan Digitalisasi Liga Indonesia
Beberapa para pemain yang sering bermain di 3 pertandingan terakhir disimpan di bangku cadangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News