VAR Tak Difungsikan, Maroko Protes Keputusan Wasit Soal Penalti di Laga Semifinal
Harusnya diberikan tendangan penalti namun, Ramos malah menilai pelanggaran.
PORTALMEDIA.ID -- Federasi sepak bola Maroko (FMRF) telah memprotes badan sepak bola dunia FIFA tentang wasit saat kekalahan semifinal Piala Dunia Rabu oleh juara bertahan Prancis di Qatar.
FMRF tidak senang karena wasit Meksiko Cesar Ramos gagal menghadiahkan penalti pada babak pertama kepada tim Afrika Utara itu ketika Theo Hernandez melakukan kontak dengan Sofiane Boufal di area penalti.
Alih-alih memberikan tendangan penalti yang dirasa tepat oleh beberapa orang, Ramos malah menilai pemain sayap Boufal karena melakukan pelanggaran.
Baca Juga : Kylian Mbappe Samai Rekor Geoff Hurst Tahun 1966, Hattrick di Final Piala Dunia
Penggemar Maroko juga tidak senang bahwa pemain pengganti Selim Amallah ditarik keluar saat ia menunggu pengiriman set-piece juga gagal mendorong pandangan lain dari ofisial.
Tim Afrika dan Arab pertama yang bertanding di semifinal Piala Dunia, Maroko kalah 2-0 setelah gol awal oleh bek kiri Hernandez diikuti oleh gol telat dari pemain pengganti Randal Kolo Muani.
"FMRF telah menulis kepada badan yang relevan untuk meninjau keputusan wasit yang mencabut dua penalti dari tim Maroko yang tidak dapat disangkal dalam pandangan beberapa spesialis wasit," kata badan pengatur Maroko dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga : Kalahkan Messi, Kylian Mbappe Top Skor Piala Dunia 2022 Qatar
"FMRF sama herannya dengan video asisten wasit (VAR) tidak bereaksi terhadap situasi ini."
Kurangnya intervensi VAR membingungkan beberapa dari mereka yang bekerja sebagai pakar selama pertandingan.
"Bagi saya itu tampak seperti penalti bagi Maroko - VAR tidak berfungsi," tanya mantan striker Inggris Chris Sutton, yang menghadiri pertandingan untuk radio domestik Inggris.
Baca Juga : Argentina Juara Piala Dunia 2022 Qatar Lewat Adu Penalti
Itu adalah analisis yang disetujui oleh mantan bek Inggris Rio Ferdinand. "Saya pikir itu adalah penalti untuk Sofiane Boufal, bukan pelanggaran olehnya," kata mantan pemain Manchester United yang bekerja sebagai pakar televisi itu.
Atlas Lions masih memiliki satu pertandingan tersisa di Qatar saat mereka menghadapi Kroasia di perebutan tempat ketiga hari Sabtu.
Setelah menantang ekspektasi dengan mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal dalam perjalanan ke empat besar, Atlas Lions kini dapat menjadi tim Afrika pertama yang meraih medali perunggu efektif di Piala Dunia.
Baca Juga : Diklaim Selalu Benar, Ini Ramalan Argentina VS Prancis Versi Rara Pawang Hujan: 3 Gol, Tak Ada Adu Pinalti
Hingga saat ini belum ada tanggapan dari FIFA terkait hal ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News