Primaya Kembangkan Teknologi untuk Keberhasilan Program Bayi Tabung
Rumah Sakit Primaya kini melakukan pengembangan layanan dengan menggunakan teknologi berstandar internasional untuk keberhasilan program bayi tabung
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Rumah Sakit Primaya Makassar melakukan perombakan fasilitas klinik program bayi tabung (IVF) di lantai 9 RS Primaya Makassar.
Ia mengembangkan teknologi yang dapat melancarkan pelayanan program bayi tabung.
Direktur Utama Primaya IVF, Ade Gustian Yuwono menyebutkan selama 5 tahun terakhir Klinik IVF di Rumah Sakit Primaya Makassar telah melayani lebih dari 4.000 pasien.
Baca Juga : Tokcer, Alpha IVF Malaysia Gunakan Teknologi AI Hasilkan Bayi Tabung
Dimana sambung Ade lebih dari 1.500 di antaranya telah terkonversi menjadi Cycles IVF.
"Kami berencana meningkatkan fasilitas Klinik sehingga dapat melayani lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan bayi tabung/ IVF," ungkapnya.
Ia mengatakan potensi pengembangan layanan bayi tabung/IVF di Kota Makassar maupun di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sangat besar.
Baca Juga : Kisah Pejuang Dua Garis Biru: Menapaki Jejak Medis, Mendobrak Kebiasaan, Lalu Memilih Program Bayi Tabung
Setiap tahun terdapat kurang lebih 72.000 pernikahan di Provinsi Sulawesi Selatan, dimana prevalensi ketidaksuburan sebesar 11%.
“Artinya setiap tahun terdapat penambahan kasus pasangan infertil atau kurang subur sebanyak 7.920 pasangan,” tambah Ade.
Menurut Ade, saat ini layanan IVF di RS Primaya Makassar hanya mampu melayani 350 pasangan setiap tahun. Olehnya itu, Primaya memutuskan untuk menambah fasilitas klinik serta teknologi IVF terbaru. Tujuannya agar mampu melayani 1.000 pasangan setiap tahun, dengan tingkat keberhasilan meningkat di atas 50%.
Baca Juga : Morula IVF Makassar Buka Pelayanan Bayi Tabung di RSIA Sentosa
"Untuk memastikan layanan prima bagi semua pasien yang membutuhkan layanan IVF/Bayi Tabung, melengkapi teknologi yang dikembangkan termasuk ICSI / IMSI, Timelapse incubator, PGTA maupun terapi adjuvant terbaru seperti PRP," ucapnya.
Menurut Ade, inovasi pelayanan kesehatan terbaru dari Primaya Hospital Group antara lain meliputi Kavacare – sebuah layanan Home Care Service bagi para pasien yang terbatas mobilitasnya, sismedika-layanan pengembangan Hospital Information System (HIS).
"Serta terus berinovasi mengembangkan berbagai layanan unggulan Center of Excellence (CoE) antara lain Pain Management, Cardiology, Oncology, Neurology, dan tentunya Obstetric - Gynecology serta Pediatrics," ujarnya.
Tim Dokter Andologi Primaya IVF Makassar, dr. Rahmawati, Sp.And mengatakan terkait proses bayi tabung, sebelum melakukan ini, pasangan suami istri (pasutri) harus terlebih dulu diperiksa.
Ini tujuannya, mengecek kualitas sperma dan sel telur yang akan dibuahi. Sebab hal ini juga cukup mempengaruhi. Pemeriksaan sperma pada pria dilakukan untuk menilai parameter sperma itu sendiri.
"Tetapi pria yang mengalami azoospermia (sperma kosong) tetap bisa memungkinkan untuk mengikuti proses bayi tabung. Tetapi kami tentu berikan dulu obat ataupun beberapa terapi," ucapnya.
Hal ini dilakukan dengan cara aspirasi sperma, yaitu mengambil sel sperma secara langsung dari testis untuk program bayi tabung.
Sementara untuk wanita juga harus diperiksa sel telurnya yang akan dibuahi. Proses pengambilan telur dilakukan 34–36 jam setelah suntikan hormon terakhir dan sebelum ovulasi.
"Wanita usia 30 tahun ke bawah cenderung memiliki peluang kehamilan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 60 persen. Bagi wanita yang usianya di atas 40 tahun, peluang kehamilan ini akan menurun, menjadi dibawah 45 persen," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News