2 Wartawan Dapat Perlakuan Intimidasi saat Meliput di Kompleks Kediaman Irjen Ferdy Sambo
2 wartawan mendapat intimidasi dari OTK saat melakukan tugas jurnalis di sekitaran kediaman Irjen Ferdy Sambo. Akibat intimidasi ini beberapa video dan foto hasil liputan hilang dari perangkat yang dibawa kedua 2 wartawan ini.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Sebanyak tiga orang tidak dikenal (OTK) melakukan intimidasi kepada jurnalis CNN Indonesia dan 20Detik yang tengah meliput kasus adu tembak di rumah singgah Kadiv Propam Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Ketiga OTK tersebut, mengenakan kaus hitam dengan perawakan tegap dan berambut cepak meminta dua wartawan menghapus beberapa dokumen liputan seperti video dan foto.
Salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya bercerita, awalnya dia bersama rekannya hendak mewawancarai Ketua RT setempat Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto.
Baca Juga : Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Kasus Penembakan di Polres Solok Selatan
"Pertama ke rumah Pak RT kan, didatenginnya sama Ibunya yang keluar, nanya-nanya kan, katanya Bapaknya itu nggak mau ngomong lagi. Karena udah tuh yang kemarin udah cukup itu, nggak ada yang baru lagi," ujarnya dengan dialek khas Jakarta, dikutip dari kumparan.com, Kamis (14/7/2022).
"Ketemu lah Pak Asep lah di pertigaan tuh di pinggir jalan. Oh iya saya Pak Asep, oh ya udah. Sambil wawancara tuh sempat ada orang nyamperin, manggil si Pak Asep, terus ya udah kita lanjut wawancara tuh sama Pak Asep sambil videoin segala macam," ucapnya.
Di tengah wawancara dengan Asep, tiga orang berbaju hitam itu langsung mengambil handphone kedua wartawan tersebut dan menghapus foto hingga video.Selain itu, tas keduanya juga digeledah oleh orang tidak dikenal tersebut.
Baca Juga : Jenazah AKP Ulil Riyanto Korban Penembakan di Polres Solok Selatan Ternyata Orang Makassar
Pengakuannya, sebanyak tiga video yang dihapus dari ponsel wartawan tersebut yang salah satunya berisi wawancara dengan Asep. Tiga orang yang meminta video tersebut juga sempat memeriksa ponsel kedua jurnalis tersebut.
"Pas udah agak jauh, disamperin lagi tuh bertiga. Langsung 'sini mana handphone-nya mana handphone-nya.' Langsung dihapus-hapusin (videonya)," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News