Miris! Kakek di Gowa Hidup Serumah dengan Kandang Ayam Tanpa Bantuan Pemerintah

Penulis : Irham Syahril
Kondisi rumah Paeba Daeng Nai, di Kampung Beru, Dusun Bontoramba, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, yang hidup serumah dengan kandang ayamnya/IST

Sehari-hari kakek Paeba Daeng Naik hanya bisa meminum air sumur yang warnahnya kecoklatan dan tidak layak untuk dikonsumsi.

 

PORTALMEDIA.ID, GOWA - Seorang Kakek lanjut usia (Lansia), Paeba Daeng Nai (81) hidup sebatangkara di Kampung Beru, Dusun Bontoramba, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa.

Di rumah seluas 3 meter persegi itu, hanya ada satu buah lampu yang menjadi penerang, pakaian seperti celana, baju dan beberapa kain tergantung serta beberapa lainnya tergeletak di tempat tidur.

Baca Juga : Pemerintah Perluas BLT ke 35,47 Juta Keluarga, Cair Pekan Depan

Rumah kakek ini ia bangun dari barang bekas pemberian keponakan dan tetangganya. Seperti balok kayu bekas, atap dan dindingnya juga dilapisi seng bekas karatan. Ia juga tinggal serumah dengan kandang ayam.

“Itu ayam ku di depan pintu kamar, ada juga kandangnya, mau bagaimana lagi, jangan sampai ada yang curi kalau di luar,” kata Daeng Nai.

Di dalam rumah itu juga terlihat ada dispenser dan galon, namun isi di galon itu kata Daeng Nai adalah air sumur yang setiap hari ia konsumsi meskipun warnanya agak kecoklatan.

Baca Juga : Lomba Layangan Semarakkan HUT Ke-80 RI di Kabupaten Gowa

“Kalau ada uang, saya lebih baik beli beras dari pada beli air galon, supaya ada lagi saya makan,” ungkap Daeng Nai.

Saat tidak mempunyai beras untuk dimasak, lanjut Daeng Nai dirinya pergi memulung. Mengumpulkan gelas plastik dan kardus untuk ia jual demi kebutuhan perutnya.

“Saya tidak pernah dapat bantuan baik sembako, atau BLT,” jelasnya.

Baca Juga : Kabupaten Gowa Siap Jadi Daerah Penyangga Kegiatan Internasional

Sementara itu Kepala Desa Panciro, Anwar Malolo mengatakan bahwa kondisi Daeng Nai memang sangat memprihatinkan dan layak dibantu. 

Ia juga tidak menampik jika Daeng Nai memang tidak pernah mendapatkan bantuan seperti BLT, ataupun bantuan pemerintah lainnya. Pasalnya, Dg Nai tidak memiliki kartu keluarga dan KTP sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah. 

“Saya sempat mencoba membantu untuk mendapatkan bedah rumah, tapi tidak punya kartu penduduk sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan itu.” ungkapnya, Rabu (21/12/2022).

Baca Juga : Husniah Tegaskan RPJMD 2025–2029 Tonggak Awal Pembangunan Kabupaten Gowa

Lebih lanjut, Anwar Malolo sempat mengarahkan staf desa untuk mengurus berkas kependudukannya di Dinas Pencatatan Sipil Gowa. Namun, katanya sampai saat ini belum ada hasilnya.“InsyaAllah saya akan turun langsung mengurusnya,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru