Kelanjutan Bandara Aroepala, Pemkab Selayar Tawarkan Mekanisme Pembagian Subsidi di 2023
Karena tak dipastika tak lagi dapat subsudi di Bandara Aroepala, Pemkab Selayar menawarkan mekanisme lain demi keberlanjutan bandara di Tanadoang ini.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Bandara Aroepala yang terletak di Kabupaten Selayar sudah tidak beroperasi selama berbulan-bulan. Selain karena imbas covid-19, salah satu penyebabnya juga karena pencabutan subsidi di bandara Tanadoang ini.
Wakil Bupati Selayar, Saiful Arif menyebutkan, walau tak ada penerbangan yang aktif, namun operasional dan pegawai masih tetap berjalan.
"Namun, agar bandara ini tetap berlanjut, kami tawarkan mekanisme pembagian subsidi, hal ini sudah kami tawarkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah," ujar Saiful, kepada Portalmedia.id, sapaan akrabnya, belum lama ini.
Baca Juga : Terjadi Lagi Kasus Bom Ikan Selayar Telan Korban, Pelaku Diduga Melarikan Diri Ke Sultra
Ia menjelaskan, pembagian subdisi kata Saiful, dimana Pemkab dan Pemprov dapat melakukan kongsi subsidi, sebagian subsidi dibayar Pemkab Selayar dan sebagiannya lagi oleh Pemprov Sulsel.
"Waktu kita rapat koordinasi subsidi itu masih diperdebatkan ada subdisi harga Avtur (Bahan Bakar) atau subdisi pada kursi," ujarnya.
Pemprov Sulsel, kata Saiful, belum dapat memberikan subsidi tahun 2022 ini, kemungkinan, katanya sudah ada bantuan keuangan yang diberikan untuk pembangunan Masjid Agung Selayar yang baru, walaupun surat permintaan bantuan keuangan sudah ada di tangan Gubernur Sulsel.
Baca Juga : Pulau Terpencil di Selayar dapat Bantuan Arsinum dari Pemprov Sulsel
"Sehingga pak gubernur mengatakan kami siap subsidi tapi nanti di 2023," katanya.
Subsidi Beralih ke Pembangunan Masjid
"Saya dapat informasi pak gubernur sudah memberikan bantuan keuangan untuk membangun masjid, karena Selayar akan menjadi tuan rumah seleksi Tilawatil Quran dan Hadits 2023, nah barang kali bisa jadi mungkin karena ada bantuan keuangan di situ maka tidak boleh double, saya tidak kuasai betul anunya hanya dugaan, Bone karena tidak ada disubsidi pesawatnya untuk tahun ini, sehingga pak gubernur mengatakan di tahun akan datang bersubsidi," lanjut Saiful. .
APBD 2023 sudah diketok palu pada (29/11/2022) kemarin, maka dari itu kata, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Selayar ini apabila bantuan keuangan itu dianggarkan maka akan menggunakan mekanisme parsial.
"Kalau lewat mekanismenya mungkin persetujuan parsial itu yang digunakan, kita mau membantu masyarakat tapi jangan tersangkut regulasi yang ujungnya lagi (masalah) hukum," tegasnya.
Baca Juga : Empat Daerah Dipilih Pemprov untuk Program Mudik Gratis, Ada Malili hingga Selayar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News