Ancaman Resesi Global 2023, Menteri Investasi: Ekonomi Indonesia Masih Baik
Peran Ukraina dan Rusia yang belum berakhir, lanjut Bahlil juga melahirkan dua hal, yaitu krisis pangan dan krisis energi.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa ekonomi dunia sekarang ini, dalam ancaman resesi global 2023. Namun ekonomi Indonesia masih baik.
"Kalau ada orang yang mengatakan ekonomi Indonesia 2023 jelek, itu nggak benar. Yang benar itu, global ekonominya jelek. Indonesia ke depan ekonominya bagus," kata Bahlil saat sambutan dalam acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Bagi Pelaku UMK Perseorangan di Celebes Convention Center, Makassar, Kamis (22/12/2022).
Namun Bahlil mengingatkan, Indonesia tidak boleh lengah, harus tetap menjaga stabilitas karena menurutnya itu adalah salah satu kunci untuk terhindar dari resesi.
Baca Juga : Bank Indonesia Klaim Utang Luar Negeri Indonesia Alami Penurunan
"Syaratnya cuman satu, yaitu stabilitas. Jadi kalau stabilitas kita tidak jaga bukan tidak mungkin negara kita yang menjadi korban (resesi)," jelasnya.
Peran Ukraina dan Rusia yang belum berakhir, lanjut Bahlil juga melahirkan dua hal, yaitu krisis pangan dan krisis energi.
"Oleh karena itu hampir semua belahan dunia punya dampak, salah satu negaranya Inggris, Amerika, dan hampir semua negara," tambahnya.
Baca Juga : Pendapatan Meningkat Tiap Tahun, Sekolah Islam Athirah Tak Takut Hadapi Resesi
"Pertumbuhan ekonomi global yang tidak dapat diprediksi bahkan dikoreksi hampir setiap bulan, dampaknya pasti ke ekonomi nasional. Nah tetapi dari dampak itu, analisa dari beberapa lembaga dunia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional kita itu akan baik," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News