Legislator Selayar Pesimistis soal Keberlanjutan Bandara Aroepala dengan Subsidi: Ini Buah Simalakama
Ketua DPRD Selayar, Mappatunru menyebutkan, langkah subsidi bukan hal yang tepat untuk keberlanjutan Bandara Aroepala. Masih banyak hal yang lebih penting untuk disubsidi, daripada penerbangan, yang sasarannya untuk kalangan menengah ke atas.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Skema pembagian subsidi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar demi keberlanjutan Bandara Aroepala direspons pesimis oleh Ketua DPRD Selayar, Mappatunru.
"Mau sampai kapan penerbangan ini akan disubsidi, apalagi moda transportasi ini mayoritas digunakan oleh kelas menengah ke atas yang jumlahnya juga sedikit di Selayar," ujar Mappatunru, kepada Portalmedia.id, belum lama ini.
Mappatunru menyebutkan, negara akan sangat repot jika daerah harus disubsidi terus. "Ini buah simalakama, kalau pemerintah tidak memperhatikan, tapi kalau subsidi terus, banyak kepentingan lain di daerah yang lebih berpengaruh banyak jika disubsidi," tegas Mappatunru.
Baca Juga : Terjadi Lagi Kasus Bom Ikan Selayar Telan Korban, Pelaku Diduga Melarikan Diri Ke Sultra
"Seperti pendidikan, kesehatan dll, sebenernya ini penerbangan aksesnya orang menengah ke atas, kalau subsidi ini sama dengan mensubsidi orang kaya, kalau di dewan, tapi kita berusaha juga cari solusi," sambungnya.
Berharap ada Mekanisme Lain Selain Subsidi
Di sisi lain, demi pembangunan daerah dan keberlanjutan Bandara Aroepala, Ia berharap harga tiket di Selayar dapat lebih terjangkau lagi dengan mekanisme yang wajar, bukan dengan subsidi meski dengan kenaikan harga Avtur.
"Ini Alhamdulillah kalau pemprov mau membantu pemerintah daerah, dan mau membantu dengan subsidi, saya terima kasih dan teman-teman di DPRD juga terima kasih, tapi subsidi itu kira-kira sampai kapan bertahan, kalau kita di subsidi 2 milyar atau 3 milyar, itu 3 milyar cuma mampu bertahan berapa kali terbang, paling 4 bulan 5 bulan sudah habis," ujarnya.
Baca Juga : Pulau Terpencil di Selayar dapat Bantuan Arsinum dari Pemprov Sulsel
Anggota DPRD Selayar yang juga Anggota Badan Anggaran (Banggar), Ali Alatas di sisi lain mengatakan bahwa sebenarnya Gubernur Sudirman Sulaiman sudah menganggarkan Bantuan Keuangan, tetapi terkendala aturan.
Menurutnya, subsidi penerbangan Selayar dari bantuan keuangan provinsi senilai 5 M, tapi sudah tidak dapat masuk ke anggaran perubahan tetapi akan masuk di APBD Pokok Sulsel 2023.
"Karena bantuan keuangan itu satu kali SK terbitnya per tahun, kalau misalnya dipaksakan, masuk di anggaran perubahan itu jadi temuan, makanya 5 M yang disepakati itu akan dimasukkan di anggaran pokok 2023 untuk subsidi anggarannya Selayar, jadi InsyaAllah awal tahun 2023 sudah normal kembali (Penerbangan di Selayar)," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News