Kasus Bocah Tewas Tenggelam di Selokan, Jasa Penitipan Anak Menolak Berkomentar
Polisi masih menyelidiki unsur tindak pidana dalam kasus meninggalnya anak yang dititipkan di jasa penitapan anak di Makassar.
PORTALMEDIA.ID -- Hingga kini belum diketahui unsur pidana yang menyebabkan bocah berusia 5 tahun meninggal di dalam saluran drainase Kompleks Perumahan Pondok Lestari di Jalan Dg Tata 1 Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Kamis (14/7/2022) sore.
Bocah itu semestinya dalam pantauan di tempat jasa penitipan anak bernama Yayasan Reski Syafaat.
Jenazah bocah malang pertama kali ditemukan oleh Hadi (29) tahun, driver mobile online yang saat itu sedang menepi di wilayah tersebut.
Baca Juga : Tidak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kanal Rappocini Ditemukan Meninggal
Semetara pihak Yayasan Reski Syafaat belum mau berkomentar terkait insiden yang menimpa anak yang dititipkan ke perusahaannya itu.
"Ini lagi ada acara dulu, lagi sibuk dulu. Nanti yah, lagi banyak tamu," jelas salah satu tenaga pengajar Yayasan Reski Syafaat, Syifah (33) yang dikonfirmasi Portalmedia.ID, Jumat (15/7/2022) melalui sambungan seluler.
Sedangkan Polrestabes Makassar memastikan kasus kematian bocah di selokan dalam penyelidikan.
Baca Juga : Bocah Kelas 1 SD di Makassar Dikabarkan Hilang saat Bermain di Kanal
"Pasti (diselidiki), kalau dalam penyelidikan ditemukan adanya bukti terjadinya tindak pidana maka akan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS kepada Portalmedia. Jumat (15/7/2022).
Kasus ini bermula saat orang tua korban menitipkan anaknya itu di jasa penitipan anak, Yayasan Reski Syafaat.
Namun, saat sore hari sekitar pukul 17:00 Wita, korban keluar dari halaman yayasan. Pengelola pun keluar mencari namun tidak ditemukan.
Baca Juga : Terkendala Air Keruh dan Cuaca, Pencarian Bocah Tenggelam di Pangkep Dihentikan Sementara
Pengelola sempat panik karena sudah mencari anak tersebut kemana-mana tapi tak ditemukan, sementara orang tuanya sudah datang untuk menjemput.
Beberapa menit kemudian kabar seorang anak ditemukan di dalam drainase sampai ke telinga pengelola yayasan dan orang tua korban yang masih berada di tempat jasa penitipan anak tersebut.
Polisi menduga korban tergelincir terjatuh ke dalam drainase kompleks perumahan yang mengakibatkan korban tenggelam.
Keluarga korban tidak menerima dan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab meninggalnya korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News