Banjir dan Longsor Landa Sulsel, Pemprov Klaim Bantuan Kedaruratan Telah Disalurkan
Pemprov Sulsel juga telah menyalurkan bantuan kedaruratan ke beberapa Kabupaten seperti Maros, Wajo hingga Soppeng.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Cuaca buruk yang terjadi satu pekan terakhir telah menyebabkan sejumlah bencana di Sulawesi Selatan (Sulsel). Banjir, tanah longsor dan angin kencang bahkan telah memakan banyak korban.
Bencana terjadi di sejumlah daerah. Tanah longsor di dua titik di Kabupaten Gowa dan Maros misalnya. Di Kota Makassar, banjir dan angin kencang melanda kawasan pemukiman. Begitu juga banjir yang terjadi di Maros.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Provinsi (Sekprov), Andi Aslam Patonangi mengaku, Pemprov Sulsel telah melakukan langkah-langkah antisipasi kebencanaan. Sejumlah bantuan kata dia telah disalurkan kepada korban longsor maupun banjir yang terjadi di Sulsel.
"Kalau persoalan cuaca buruk, pemprov atas instruksi Pak gubernur kami sudah menyalurkan bantuan dari Dinas Sosial (Sulsel), dalam bentuk logistik," ujar mantan Bupati Pinrang 2 periode tersebut ketika ditemui Portal Media selepas acara Pelantikan Pengurus IKA Unibos Periode 2022-2027 di Gedung '45', Rabu (28/12/2022).
Sambungnya, Pemprov Sulsel juga telah menyalurkan bantuan kedaruratan ke beberapa Kabupaten seperti Maros, Wajo hingga Soppeng.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Selain itu kata Aslam sapaan Andi Aslam, Pemprov Sulsel terus mengikuti arahan BMKG terkait peringatan dini cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Sulsel, sebagai acuan untuk melakukan antisipasi kebencanaan.
"(Rapat antisipasi ini) dihadiri oleh Pak Kapolda secara daring, dihadiri oleh Panglima, dan beberapa bupati, itu sebagai langkah antisipasi, mudah-mudahan tidak jika saja terjadi (Cuaca Ektrem dan Bencana Alam lainnya)," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Humas BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, Mujahidin mengatakan bahwa cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang tinggi yang menerjang Sulawesi Selatan akan mencapai puncaknya memasuki Tahun Baru 2023.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
"Peningkatannya ini sampai tanggal 1 Januari, di tanggal 28 agak mereda tetapi 29 sampai 30, tanggal 31 akan meningkat lagi bahkan mencapai lebih tinggi dari hari ini, mungkin di tanggal 1 untuk Selat Makassar bagian selatan," ujarnya kepada Portal Media, Selasa kemarin.
Bahkan, sambung Mujahidin, ketinggian gelombang pada tanggal 31 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023 dapat mencapai 4-6 meter. "Jadi untuk amannya, hindari dulu aktivitas di laut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News