Usulan Penataan Dapil Makassar Tuai Pro Kontra di Kalangan Bacaleg

Penulis : Firda
Ilustrasi.

Usulan penataan ulang Dapil Makassar oleh KPU, menuai pro dan kontra di kalangan bacaleg Makassar.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Baru-baru ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mengusulkan 3 opsi penataan daerah pemilihan (dapil). Usulan tersebut menuai pro kontra di kalangan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg).

Bacaleg Partai Demokrat, Basdir mengatakan perubahan tersebut akan membuat Caleg kewalahan dan membuat masyarakat menjadi bingung.

"Kita (Bacaleg) sudah terlalu familiar dengan dapil kemarin, karena sudah bertahun-tahun seperti itu, yang selama ini sekian tahun saya rawat belum lagi masyarakat yang akan bingung karena terlanjur terbiasa," ujarnya saat dihubungi Portalmedia.id, Rabu (27/12/2022).

Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih

Basdir juga menuturkan seharusnya usulan KPU tersebut dilakukan jauh hari sebelum menjelang hawa-hawa pemilu.

"Biar masyarakat kita lebih ngeh atau lebih paham, kalau pemilu sudah dekat baru direncanakan agak sulit kecuali sebelum bau-bau pemilu mendekat," katanya.

"Kemudian disosialisasikan dan diwacanakan ke masyarakat, Saya kira tidak terlalu sulit, kalau kondisi sekarang Saya rasa agak kewalahan," sambungnya.

Baca Juga : SBY Desak Peran Aktif PBB Cegah Ancaman Perang Dunia Baru

Terkait dengan tiga opsi usulan penataan dapil, Basdir tidak sependapat dengan opsi ketiga yang akan diajukan, di mana Dapil 1 akan disatukan dengan kecamatan-kecamatan kecil yang karakter penduduknya sama, yakni dihuni warga keturunan.

"Saya kurang sependapat dengan itu, ini KPU, kalau begitu cara pandangnya berarti ada peng-kotak kotakan," jelasnya.

Lebih lanjut ia meminta agar KPU Kota Makassar dapat mendengar masukan dari partai-partai dan usulan seperti ini seharusnya dilakukan jauh sebelum pemilu akan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru