Diprediksi Hujan Lebat, Warga Makassar yang Nekat Keluar saat Malam Tahun Baru Akan Dihalau

Penulis : Reza Rivaldi
Ilustrasi/Int

Pihaknya juga bakal tegas menindak pengendara jika nekat melakukan konvoi saat perayaan pergantian tahun baru.

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR-- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar memastikan tidak ada rekayasa lalu lintas dalam perayaannya tahun baru 2022 nantinya. Satlantas pun tidak akan segan-segan menghalau warga yang nekat keluar rumah.

Hal tersebut dilakukan menyusul imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar warga tidak keluar rumah di malam tahun baru, jika kondisi cuaca tidak bersahabat. Apalagi, beberapa hari terakhir Makassar dilanda banjir dan angin kencang akibat cuaca ekstrem. Diperkirakan pula cuaca buruk ini masih akan berlangsung hingga malam pergantian tahun baru 2023 nanti.

"Info dari Pemkot tidak ada acara perayaan (pergantian tahun). Disarankan pengemudi motor atau masyarakat pada malam tahun baru di rumah saja karena prediksi hujan lebat malam tahun baru sesuai prakiraan cuaca dari BMKG," Kata Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda kepada Portalmedia, Kamis (29/12/2022) siang.

Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi

Kata Zulanda, penjagaan tetap dilaksanakan aparat kepolisian namun untuk rekayasa jalan atau pengalihan jalur lalu lintas tidak dilakukan. Pihaknya juga bakal tegas menindak pengendara jika nekat melakukan konvoi saat perayaan pergantian tahun nantinya.

"Penjagaan ada tapi tidak dalam rangka alih arus atau tutup arus karena semua arus dinormalkan. Disuruh balik kanan pulang," Tegasnya.

Untuk diketahui, Sebanyak 4.580 personel gabungan bakal dikerahkan mengamankan jalannya momentum perayaan natal dan tahun baru (Nataru) 2022. Ribuan personel gabungan TNI dan Polri ini bersatu mengamankan Sulsel dengan 6 potensi ancaman.

Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026

Kapolda Sulsel, Irjen Nana Sudjana mengatakan, ada 6 potensi ancaman bisa terjadi selama Nataru, seperti yang telah dipetakan oleh pihaknya sebelumnya, yaitu ancaman terorisme, narkoba, bencana alam, perkelahian kelompok, dan kemacetan.

"Potensi ancaman ini sudah kami koordinasikan semua. Makanya sasar kita adalah tempat meliputi gereja, bandara, pelabuhan, dan tempat keramaian dalam hal ini pusat perbelanjaan, dan rekreasi," ujar Nana, dalam giat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2022, Kamis (22/12/2022) lalu.

Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan Nataru selalu ditunggu masyarakat, dengan melaksanakan banyak kegiatan sehingga berimplikasi meningkatnya mobilitas masyarakat. Karena itu, Operasi dilakukan dimaksudkan agar masyakat nyaman dan aman.

Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi

"Baik kepada masyarakat kita yang melaksanakan ibadah Natal maupun merayakan Tahun Baru 2023. Disini kami dalam pelaksanaan tugasnya, bekerjasama ataupun beroperasi dengan instansi terkait. Ada dari TNI, Pemda, maupun instansi lainnya. Di sini juga dilibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru