Mantan Petinggi KPK Ungkap Penyebab Korupsi yang Kian Merajalela: Guru di TK dan SD Salah Mendidik
banyaknya pejabat yang korupsi di Indonesia salah-satunya karena pendidikan tingkat TK dan SD yang salah
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Salah seorang mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengungkap penyebab tindakan korupsi yang kian merajalela di Indonesia. Salah satunya adalah guru TK dan SD telah salah mendidik murid-murid.
Pernyataan itu disampaikan mantan Wakil Ketua KPK Periode 2007-2011, Haryono Umar. Ia mengatakan makin banyaknya pejabat yang korupsi di Indonesia salah-satunya karena pendidikan tingkat TK dan SD yang salah.
Dimana pembelajaran di tingkat TK dan SD memaksa siswa-siswi untuk dapat membaca, menulis dan menghitung, padahal kuncinya ada pada pembentukan karakter.
Baca Juga : KPK Siapkan Perluasan Desa Antikorupsi 2026 di 12 Provinsi, Sulsel Targetkan 21 Desa
"Kita dipaksa untuk anak TK (dan) SD harus bisa membaca menulis berhitung, kalau luar negeri bukan itu, yang dibangun adalah karakternya," ujarnya ketika ditemui awak media selepas menjadi narasumber dalam Diskusi Panel 'Kolaborasi dan Transformasi Digital dalam Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)' di Gedung Pascasarjana STIE AMKOP, Kamis (29/12/2022).
Haryono sapaannya mengatakan Pemerintah Indonesia salah jika menggunakan metode seperti ini. Menurutnya, jika tidak ada perubahan dari cara mendidik anak-anak di sekolah, maka 50 tahun lagi Indonesia akan mendapatkan getahnya.
"Makanya banyak pejabat-pejabat sekarang sering korupsi karena 50 tahun lalu salah pendidikan kita," bebernya.
Baca Juga : Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pernah Diendorse Jokowi
Sambungnya, ia menegaskan pendidikan berbasis karakter dan integritas penting dalam membangun manusia menjadi lebih baik, menurutnya untuk pengetahuan dasar seperti matematika bisa dipelajari dengan mudah, tetapi integritas sulit.
Makanya ketika para siswa yang mendapatkan pendidikan yang menurut Haryono salah tersebut menjadi mahasiswa, para perguruan tinggi bingung dan harus banting tulang membangun integritasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News