Tak Tersentuh Bantuan, Warga Blok 8 Perumnas Antang: Mungkin Sudah Lelah dan Bosan
Warga di blok 8 Perumnas Antang mengeluhkan tak tersentuh bantuan banjir sama sekali. Warga bahkan menyebut, hal ini karena banjir yang menahun dan pemkot sudah sangat lelah dengan kondisi ini.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Banjir di sejumlah titik di Kota Makassar sudah berlangsung beberapa hari ini, termasuk di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Hingga Kamis (29/12/2022) kemarin, banjir di wilayah Antang telah memasuki hari keenam, namun menurut warga di titik pengungsian Blok 8, mereka belum tersentuh bantuan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
"Tidak ada bantuan dari pemkot, mungkin dia (Pemkot) sudah lelah, yang bantu kami cuman uang pribadi masyarakat," ungkap Hamsir, salah satu pengungsi di Perumnas Antang Blok 8, kepada Portalmedia.id, Kamis (29/12/2022).
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
Hamsir menuturkan semua bantuan logistik diberikan kepada Blok 10, padahal ia menjelaskan titik banjir terdalam berada di Blok 8.
"Di sini ada 15 KK dengan jumlah 53 orang, jadi kami buat dapur pribadi, kalau tidak buat seperti ini tidak bisa makan," katanya.
'"Jangankan bantuan, ibu lurah saja hari pertama dia datang selebihnya tidak pernah mi, waktu pak wali datang juga dibilang mau singgah ke sini tapi nyatanya tidak," sambungnya.
Baca Juga : Pasca Banjir, Bupati Uji Nurdin Gerak Cepat Kerahkan Tim Bersihkan Sungai Garegea
Hamsir mengatakan, karena tidak adanya bantuan dari Dinas Sosial Makassar, mereka hanya memakan Indomie dan telur setiap harinya.
"Tapi kadang juga ada nasi kotak bantuan dari swadaya masyarakat, kalau Dinsos tidak adami, mungkin bosanmi layaniki tiap tahun," ucapnya.
Padahal kata Hamsir, jauh hari sebelum air merendam tempat tinggal mereka, data warga di blok 8 telah diberikan kepada Dinsos.
Baca Juga : Prof Fadjry Djufry Kunjungi Korban Banjir di Maros, Siapkan Bantuan Benih untuk Petani Jika Terjadi Puso
"Orang di sini sudah cape malah bikin sakit hati, data kami sudah masuk tapi belum ada bantuan masuk," ujarnya.
Banjir Sejak 1998: Kami Butuh Solusi, Bukan Kunjungan Tiap Banjir
Hamsir menceritakan banjir di Perumnas Antang dimulai sejak tahun 1998 namun dahulu kondisi tidak separah saat ini.
"Dulu cuman sekali setahun, tapi ini tiga tahun belakangan sudah tiga kali banjir dalam setahun, bulan kemarin (November) itu tiga kali naik air," ungkapnya.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir di Maros, Irfan AB Minta Solusi Konkret dari Pemerintah
Hamsir menegaskan jika warga membutuhkan solusi bukan kunjungan setelah air merendam rumah seperti yang dilakukan wali kota.
Sebelumnya, Hamsir mengatakan Tim Unhas telah datang mengecek untuk mencari solusi penanganan banjir di Perumnas Antang ini.
"Kami butuh yang begitu ji, ada harapan dan jalan keluar, kalau kaya pak wali kota datang berkunjung, kami tidak butuh ji," katanya.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir di Makassar, Prof Fadjry Djufry Harap Ada Solusi Permanen untuk Warga Terdampak
Lebih lanjut Hamsir mengeluhkan jika harga rumah yang ia tempati bernaung benar-benar jatuh harga bahkan tidak ada yang ingin membeli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News