12 Fakta Kisah Cinta Datu dan Hagai, Pasangan Viral yang Bikin Heboh Kepolisian di Makassar
sejumlah fakta-fakta yang terungkap dari kasus 'Lapor Suami Hilang Malah Ditertawai Oleh Polisi'
PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR-- Wanita bernama lengkap Datu Balalembang kini menjadi sorotan usai viral lantaran melaporkan bahwa telah kehilangan sang suami bernama Hagai Situruk (31), namun saat melaporkan kejadian itu ke polisi wanita berusia 30 tahunan itu malah diolok-olak hingga menjadi bahan bercandaan oleh petugas yang menerimanya.
Usai kisahnya itu viral, berbagai fakta pun mencuat setelah Hagai Situruk alias Hagai ditemukan aparat gabung dari unit Reskrim Polsek Biringkanaya, Satreskrim Polrestabes Makassar, dan Satresmob Ditreskrimum Polda Sulsel.
Hagai sendiri ditemukan di kediaman kerabatnya sendiri yang terletak di kawasan Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada, Selasa (3/1/2023) malam.
Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh
Berikut sejumlah fakta-fakta yang terungkap dari kasus 'Lapor Suami Hilang Malah Ditertawai Oleh Polisi' :
1. Datu Balalembang Hendak Buat Laporan Malah Diolok-olok Petugas Polsek Biringkanaya.
Dalam kasus ini Datu yang tercatat sebagai warga Jalan Mangga Tiga, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, sampai tiga kali berupaya melaporkan sang suami Hagai hilang.
Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
Wanita berusia 30 tahun itu menyebut bahwa sang suami itu menghilang sejak Senin (26/12/2022) lalu. Hagai menghilang saat keluar dari rumahnya hendak membeli gagang pintu rumahnya yang rusak.
Ia pun melaporkan hilangnya Hagai sejak Selasa (27/12/2023) hingga baru direspon pada Minggu (1/1/2023). Saat itulah dirinya viral di berbagai media sosial lantaran menyebut dirinya diolok-olok polisi hingga oknum polisi menyuruh Datu mengganti suaminya yang hilang tersebut.
"Datang polisi satu pakai janggut mungkin dia serse tidak pakaian dinas, pakai baju kaos. Dia bilang kenapa itu. Terus dijawab mi ini komandannya, dia bilang hilang suaminya. Terus dia (pria diduga polisi) bilang, eh Bu kalau hilang suaminya diganti. Saya bilang kenapa pak? dia bilang kalau hilang suami diganti, lalu saya bilang tidak semudah itu pak," ucap Datu menirukan percakapannya saat itu.
Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI
2. Datu Balalembang Sebut Hagai Alami Amnesia
Di hadapan polisi kala itu, Datu mengaku panik lantaran Hagai yang diakuinya sebagai suami sahnya pernah mengalami kecelakaan fatal hingga mengalami gangguan pada otaknya.
"Saya sudah cari ke mana-mana suamiku, tapi tak ada. Setelah lewat 1x24 jam, saya pun melapor. Saya khawatir karena suami saya ada penyakit. Takutnya, ada apa-apa," Ungkap Datu.
Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel
3. Usai Viral, Kompolnas Merespon Hingga Kapolsek Biringkanaya Cari Datu untuk Minta Maaf
Berita miring dalam perkara Datu pun mencuat ku publik hingga viral di berbagai Media Sosial (Medsos), hal itu pastinya menjadi hantaman dasyat bagi institusi Polri yang kini masih berupaya meraih kepercayaan masyarakat.
Demi mewujudkan itu, Kompol Andi Alimuddin selalu orang nomor satu di jajaran Polsek Biringkanaya rupanya tidak tinggal diam, ia berusaha untuk menemui Datuk untuk meminta maaf atas perlakuan oknum anggotanya.
Baca Juga : Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Brimob Dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Bencana Sumatera
"Saya mohon maaf kemarin waktu diambil keterangan. Ada anggota yang bilang kalau hilang (suaminya), diganti. Mungkin bercanda tapi Sikonnya (situasi dan kondisinya) tidak dilihat,” kata Andi Alimuddin dalam keterangannya.
4. Datu Balalembang Sempat Sebut Bakal Ada Fakta Baru Terungkap Dalam Kisah Cintanya Bersama Hagai.
Usai kasusnya menjadi sorotan, Portalmedia mencoba menghubungi Datu melalui sambungan seluler. Datu yang dihubungi saat itu enggan berkomentar banyak saat dimintai keterangan.
Kata dia, dirinya hanya berharap agar Hagai dapat kembali ke pelukannya lantaran Hagai disebut sudah hampir sepekan tidak ada kabar, bak ditelan bumi.
"Akan ada waktunya saya butuh media, masih banyak yang akan terungkap dari kisah saya ini," Kata Datu kepada Portalmedia, pada Selasa (3/1/2023) malam.
5. Sikap Tegas Propam Polrestabes Makassar Periksa Anggota Polsek Biringkanaya yang Diduga Olok-olok Datu Saat Melapor
Langkah tegas cepat diambil oleh Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto.
Perwira polisi berpangkat tiga bunga melati itu menyebut bahwa Propam Polrestabes Makassar telah melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota Polsek Biringkanaya yang tertawa saat Datu membuat laporan polisi.
"Anggota yang tidak melayani masyarakat dengan baik akan kita tindak. Ada satu orang anggota, dia sudah kami periksa, tunggu saja prosesnya," Jelas Budhi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/1/2023).
Sedangkan, Kapolsek Biringkanaya, Kompol Andi Alimuddin mengatakan bahwa kala itu oknum anggotanya tidak menertawakan korban yang hendak melapor, menurut Andi Alimuddin oknum anggotanya itu hanya bercanda.
"Bukan ditertawakan. Saya sudah ketemu ibu itu dan mohon maaf kalau ada kata-kata anggota saya kurang pas bercanda tidak melihat situasi dan kondisinya," jelasnya.
6. Hagai Ditemukan di Rumah Kerabat Sendiri
Pencarian Hagai oleh tim gabungan yang telah berupaya semaksimal mungkin akhirnya membuahkan hasil. Hagai ditemukan dengan kondisi sehat di kediaman kerabatnya yang terletak di tepatnya di perumahan Gubernur di wilayah Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (3/1/2023) malam.
"Sudah di dapat (ditemukan) suaminya pelapor Datu. Di perumahan Gubernur Antang. Ditemukan dirumah keluarganya laki-laki," Jelas Andi Alimuddin dalam keterangannya.
7. Hagai Sebut Datu Bukan Istri Hingga Bantah Tak Alami Amnesia
Saat ditemukan petugasHaga, Hagai nampak kaget. Itu terlihat jelas dari raut wajah Hagai yang datar. Dihadapan polisi Hagai menyebut tidak berstatus sebagai suami Datu.
Hagai mengaku hanya memiliki hubungan kekasih alias berpacaran dengan Datu. Pria berusia 31 tahun itu juga bilang bahwa dirinya sama sekali tidak punya riwayat penyakit seperti yang diungkapkan Datu.
"Pengakuan HG (Hagai) tidak memiliki penyakit hilang ingatan sesuai dengan keterangan pelapor DT (Datu) melainkan yang bersangkutan mengaku sering diberikan obat berupa vitamin untuk daya tahan tubuh karena yang bersangkutan (Hagai) mengalami sakit amandel," Kata Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Dharma Negara kepada Portalmedia.
8. Hagai Mengaku Pergi Meninggalkan Datu Lantaran Tak Tahan Kerap Dianiaya
Selain itu, Hagai juga mengungkapkan bahwa selama menjalin hubungan dengan Datu, dirinya kerap mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.
Hagai kerap dianiaya Datu disaat Datu sedang bertengkar atau berbeda pendapat. Disitulah awal muka Hagai bosan hingga memilih meninggalkan Datu.
""Saya kan selalu dimarahi sama dia, pacar saya (Datu), karena saya dipukuli terus, kalau marah dia pukul saya," Kata Hagai dihadapan petugas.
9. Datu dan Hagai Sudah Berpacaran Selama Setahun dan Tinggal Satu Atap
Tak Hanya itu, Datu dan Hagai rupanya selama ini telah tinggal seatap alias kumpul kebo meski hanya berstatus pacaran. Mereka menetap di sebuah indekos yang terletak di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, hampir selama setahun lamanya.
Dari hasil pemeriksaan polisi, Hagai mengaku sudah kerap berhubungan layaknya pasangan suami istri.
10. Polisi Ungkap Fakta Pemalsuan Dokumen yang Dilakukan Datu
Guna menghindari kecurigaan warga, Datu rupanya melakukan aksi nekat dengan membuat dokumen palsu. Dia membuat akta pernikahan palsu, KTP, hingga Kartu Keluarga (KK) yang semuanya palsu.
Hasil pendalaman polisi, Datu ternyata membuat dokumen palsu itu dibatu oleh rekannya yang berada di Kota Semarang melalui online.
11. Kompolnas Setuju Proses Hukum Datu
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti mengungkapkan bahwa tepat jika polisi menangkap yang Datu Balalembang, karena sudah melakukan kebohongan dan melakukan pemalsuan dokumen.
"Laporan kepada polisi adalah penegakan hukum. Jika laporan kepada polisi bersifat bohong, pasti akan ada konsekuensi hukumnya,” kata Poengky kepada awak media.
Di sisi lain, Poengky juga meminta seluruh anggota Polri harus melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat yang melapor perlu disikapi dengan baik dan simpatik.
12. Polisi Dalami Dokumen Palsu Hingga Keterangan Bohong Datu
Kepolisian Sektor (Polsek) Biringkanaya kini mendalami dugaan pemalsuan dokumen hingga keterangan bohong kepada media hingga membuat kegaduhan.
"Kita akan tindak lanjuti dan lakukan penyelidikan menyangkut masalah dokumen palsu. Kita selidiki karena telah membuat berita bohong ke media untuk dia (Datu) juga sudah mengakui bahwa memang (Datu) sengaja bikin, itu semua berita bohong untuk hanya ketemu pacarnya," Jelas Kapolsek Biringkanaya, Kompol Andi Alimuddin saat diwawancarai wartawan, Rabu (4/1/2023) pagi
Kata Andi Alimuddin jika dalam penyelidikan wanita bernama lengkap Datu Balalembang itu bakal dikenakan pasal UU ITE.
"Masih kita dalami apakah nanti kita gunakan Pasal UU ITE, masalah pemalsuan keterangan bohong ke media, dan pemalsuan dokumen," Ucap perwira polisi berpangkat satu bunga melati itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News