Warga Bissappu Bantaeng Geger Temukan Jasad Nenek dalam Rumah, Kondisi Tangan dan Kaki Terikat

Penulis : Reza Rivaldi
Tim Inavis Polres Bantaeng yang melakukan pemeriksaan sekaligus evakuasi terhadap jasad nenek Hamsahtung yang ditemukan tewas dengan tangan dan kaki terikat kain. Foto: Ist

Seorang nenek di Kelurahan Bontorita, Bissappu Bantaeng ditemukan tewas di kamarnya dalam kondisi kaki dan tangan terikat.

PORTALMEDIA.ID. BANTAENG - Warga di Kelurahan Bontorita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) digemparkan dengan penemuan jasad seorang nenek dengan kondisi tangan dan kakinya terikat. 

Jasad nenek yang diketahui bernama Hamsahtung Daeng Te'ne berusia 80 tahunan itu ditemukan di dalam kamar rumahnya, pada Rabu (4/1/2023) malam. Ia ditemukan pertama kali oleh kerabatnya yang hendak menjenguknya, sekira pukul 20:00 Wita, malam. 

Kala itu, kerabat almarhumah kaget saat melihat Hamsahtung sudah tertelungkup di atas kasur kamarnya dengan kondisi kaki dan tangan terikat kain. 

Baca Juga : Banjir Dua Hari Rendam Bantaeng, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat

Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara membenarkan perihal penemuan jasad nenek tersebut. Kata dia, pihaknya langsung melakukan evakuasi serta olah TKP saat anak kandung Hamsahtung bernama Ismail (53) datang ke Mapolres Bantaeng. 

"Benar ditemukan jasad seorang wanita dalam rumahnya dengan kondisi tangan kaki terikat," Jelas Andi Kumara kepada Portalmedia saat dikonfirmasi, Kamis (5/1/2023) dini hari.  

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Rudi menjelaskan bahwa pihaknya sementara masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian almarhumah. 

Baca Juga : Bupati Bantaeng Hadiri Welcome Dinner Atlet Petanque Porprov Sulsel XVII 2025

"Sementara kita olah TKP, penyebab dan motif sementara kami selidiki," katanya. 

Hasil pendalaman sementara pihak kepolisian, almarhumah memang hanya tinggal seorang diri di kediamannya itu. Rudi juga belum mau membeberkan perihal barang bukti apa saja yang diamankan saat proses olah TKP dilakukan. 

"Sementra belum ada (barang bukti)," singkatnya. 

Baca Juga : Desa Bonto Jai Jadi Pilot Project Desa Sadar Hukum di Bantaeng

Rudi juga mengaku bahwa pihaknya sementara masih mendalami terkait Hamsahtung merupakan korban pembunuhan, lantaran saat ditemukan kondisinya kaki dan tangan terikat. 

"Masih dalam penyelidikan," Bebernya. 

Perwira polisi berpangkat tiga balok ini juga menyebutkan, dari hasil oleh pemeriksaan sementara dari tubuh almarhumah ada ditemukan sejumlah luka, namun Rudi belum mau menjelaskannya secara rinci. 

Baca Juga : Bupati Bantaeng Tekankan Pentingnya Koperasi Kuat untuk Wujudkan Indonesia Emas

"Ada (luka) tapi belum bisa dipastikan karena apa," tukasnya. 

Dari informasi yang dihimpun, jasad almarhumah Hamsahtung kini telah dibawa ke ruang instalasi Forensik Bidokkes Polda Sulsel di Kota Makassar guna proses lebih lanjut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru