Tak Kunjung Deklarasi, Pengamat Nilai Koalisi PKS, Nasdem, Demokrat Terancam Batal

Capres Nasdem, Anies Baswedan saat menyambangi Kota Makassar. Foto: Portalmedia.id/Al Fath

Koalisi perubahan hingga saat ini belum mendeklarasikan diri secara resmi, kondisi ini akan merugikan Anies Baswedan secara pribadi, termasuk PKS dan Demokrat.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Sempat menamakan koalisi perubahan, Nasdem, PKS, serta Demokrat sampai hari ini belum mengumumkan secara resmi kebersamaan. Namun hingga melewati 2022, ketiga partai ini tak kunjung mendeklarasikan koalisi secara resmi.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan hubungan ketiga partai yang rencananya mengusung Anies Baswedan sebagai capres ini telah memanas.

Hal ini dipicu pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali yang menyebut, jika ada yang mengajukan syarat terlebih memaksakan nama atau kadernya untuk membangun koalisi bakal bubar.

Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel

Bahkan sebelum ini, berkali-kali ada pernyataan segera mengumumkan koalisi, hal itu juga langsung dibantah. Entah, PKS maupun dari Demokrat.

Demokrat disebut mengusulkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sedangkan, PKS juga tak mau kalah untuk memasang nama Ahmad Heriyawan (Aher).

"Saya melihat bahwa soal cawapres ini memang belum ketemu. Bisa jadi memang Nasdem tak menginginkan sosok AHY, sehingga koalisi itu belum terbentuk," kata Ujang, sapaannya, dikutip dari liputan6, Kamis (12/1/2023).

Baca Juga : SBY Desak Peran Aktif PBB Cegah Ancaman Perang Dunia Baru

Ia menilai, jika memang ingin membentuk koalisi, maka harus bisa meninggalkan ego masing-masing dan bersatu. Karena yang dirugikan adalah bakal calon presiden Anies Baswedan.

"Kalau saling keukeuh, saling tolak, dan saling tidak terima, koalisi tidak akan terbentuk. Dan akan merugikan Anies Baswedan," ungkap Ujang.

Harus ada yang Mengalah

Seandainya, Nasdem juga tak mendapat titik temu dengan kedua parpol tersebut, bisa membuat mereka dengan Anies ketinggalan gerbong.

Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan

"Prinsipnya kalau ingin berkoalisi, ingin bersatu, harus mengalah satu sama lain dan mencari figur yang terbaik dan cawapres yang cocok untuk Anies Baswedan dan harus menang," kata Ujang.

Bakal Merugi

Pengamat politik Arifki Chaniago mengatakan hal tersebut adalah dinamika. Menurut dia, koalisi antara ketiga partai akan sulit menentukan titik temu bahkan berpotensi bubar saat para anggotanya terus tarik-menarik kepentingan pribadi.

"Koaliasi berpotensi bubar jika terjadi tekanan untuk mengusung cawapres Anies dari PKS dan Demokrat. Dengan dideklarasikannya Anies oleh Nasdem lebih awal tentu berdampak positif terhadap Nasdem, meski kepastian Anies bakal maju sebagai capres hingga saat ini masih dilematis," kata dia. 

Baca Juga : Demokrat Satu Barisan dengan Prabowo soal Usulan Pilkada oleh DPRD

Arifki meyakini akan menjadi kerugian berganda bagi Demokrat dan PKS jika koalisi berujung bubar.

Sebab, keduanya sama-sama tidak mendapat efek ekor jas dari Anies yang diyakini mampu mendongkrak elektabilitas suara pada Pemilu 2024 nanti.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru