Kemegahan Gedung Yayasan Dipertanyakan, MUI Sulsel Sebut Dugaan Sumber Dana Bab Kesucian

Penulis : Irham Syahril
Kemegahan Gedung Yayasan Nur Mutiara Mkarifatullah, gedung ini terdiri dari 12 lantai. Foto: Portalmedia.id/Irham

Sumber dana ajaran Bab Kesucian diklaim oleh MUI Sulsel dari zakat diri dari pengikutnya.

PORTALMEDIA.ID, GOWA - Kemunculan aliran Bab Kesucian yang diduga sesat oleh MUI Sulsel masih menjadi perbicangan. Ajaran dibawahi oleh Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah, di Kampung Butta Ejayya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Yayasan ini berdiri megah di atas tanah seluas kurang lebih 8.000 meter persegi terdiri dari 12 lantai dan dilengkapi dengan puluhan CCTV di setiap lantainya.

Kemegahan yayasan ini menjadi pertanyaan yang menyusul setelah isu sesat yang mencuat. Tak sedikit yang mempertanyakan sumber dana dari lembaga pendidikan itu.

Baca Juga : Silaturahmi Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry ke MUI Sulsel, Kolaborasi untuk Kesejahteraan Umat

Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakry mengklaim memiliki bukti bahwa jamaah 'Bab Kesucian' dibebankan bayaran sebesar Rp 4,5 juta.

"Jamaah yang ikut disini (Bab Kesucian), itu dibebankan dengan zakat diri namanya," ungkapnya.

Data itu, kata Muammar berupa screenshot percakapan Bang Hadi dengan eks pengikutnya.

Baca Juga : Pengurus MUI dan NU Sulsel Temui Amran Sulaiman

"Data data itu kami ada dari pelapor (eks pengikut Bab Kesucian) berupa screenshot yang bersangkutan (Bang Hadi) meminta dana dalam jumlah sekian (Rp 4,5 juta).

"Tentu lah (dana itu) untuk kepentingan bisnis, jadi kedok agama yang kadang-kadang bisa dijadikan kepentingan bisnis atau material," tambah Muammar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru