Demokrat: Jika Anies Dipasangkan Selain AHY, Maka tak Ada Koalisi Perubahan

Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Foto: dok Liputan6.com

Demokrat menyebut Anies dan AHY adalah simbol perubahan, sehingga jika tidak dipasangkan maka tak akan ada koalisi perubahan.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Koalisi Perubahan yang diinisiasi Partai Demokrat, PKS, dan Partai Nasdem tengah menggodok nama calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi calon presiden atau capres Anies Rasyid Baswedan.

Menurut Deputi Analisa Data dan Informasi DPP Demokrat Syahrial Nasution, tim kecil Koalisi Perubahan tengah bekerja intens untuk merumuskan nama cawapres terbaik.

"Saat ini, tim kecil Koalisi Perubahan tengah konsentrasi pada langkah-langkah pemenangan pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024," kata Syahrial dikutip dari liputan6, Selasa (17/1/2023).

Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel

Dari semua tokoh, lanjut dia, Demokrat bersikukuh nama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih menjadi tokoh yang paling cocok mendampingi Anies.

Apabila nanti nama lain yang dicalonkan, Syahrial menegaskan tak ada lagi koalisi perubahan.

"Dari semua tokoh yang masuk radar survei baik capres maupun cawapres, hanya Anies dan AHY yang merupakan simbol perubahan. Keduanya memiliki kekuatan elektabilitas pada masing-masing segmen sehingga saling menguatkan jika dipasangkan. Jika Anies coba dipasangkan dengan tokoh status quo, bukan Koalisi Perubahan lagi namanya," terang dia.

Baca Juga : Hut ke-14 NasDem, Syaharuddin Alrif Target Pertahankan Kemenangan di Sulsel

Demokrat mengklaim, pasangan Anies-AHY lah yang diharapkan masyarakat sebagai pasangan calon atau paslon perubahan.

"Sehingga, jika Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan sebagai Capres oleh Nasdem dipasangkan dengan AHY, akan menjadi sangat kuat dan sesuai dengan harapan rakyat yang ingin perubahan," ucap Syahrial.

Selain itu terkait koalisi, Syahrial menegaskan koalisi perubahan saat ini kokoh meski ada desakan dari berbagai pihak termasuk wacana reshuffle kabinet menteri Nasdem.

Baca Juga : Kokohkan Tradisi Intelektual, PKS Luncurkan Dua Buku di Munas VI

"Koalisi perubahan tidak akan goyah terhadap adanya upaya rongrongan dari oligarki. Termasuk dengan makin kencangnya isu reshuffle kabinet," kata dia.

Upaya Jegal Koalisi Perubahan

Syahrial mengaku banyak upaya telah dilakukan pihak oligarki untuk menjegal koalisi perubahan. Upaya tersebut di antaranya reshuffle hingga memaksakan cawapres untuk Anies Baswedan.

"Sejauh ini opini yang berkembang untuk menjegal terbentuknya Koalisi Perubahan tidak akan mudah dilakukan. Termasuk spekulasi reshuffle kabinet atau memaksakan tokoh tertentu untuk mendampingi Anies sebagai cawapres," ungkapnya.

Baca Juga : Surya Paloh Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

Saat ini, Demokrat menyatakan tidak hanya fokus bisa maju Pilpres melainkan juga bisa menang.

"Selain berlayar, juga harus menang. Tekanan-tekanan politik yang ada dan berusaha melemahkan terbentuknya koalisi tidak akan mudah menghadapi keinginan rakyat yang menginginkan perubahan," jelas Syahrial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru