Update: 57 Jemaah Haji Wafat, Terbanyak Saat Fase Menuju Armuzna

Pertemuan PPIH dengan KBIHU di Daker Makkah

Berdasarkan data di Siskohat Kementerian Agama RI, sebanyak 57 orang meninggal dan terbanyak jemaah wafat sebelum puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina atau Armuzna.

PORTALMEDIA.ID, MAKKAH -- Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman di Makkah kembali mengabarkan jumlah jemaah haji meninggal dunia selama menunaikan ibadah haji 1443 H di Tanah Suci. Hingga Minggu (17/7/2022) total 57 jemaah wafat di Arab Saudi.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu atau Siskohat Kementerian Agama RI, sebanyak 57 orang meninggal dengan rincian 27 jemaah wafat sebelum puncak haji Armuzna yang berlangsung 4 Juni – 7 Juli 2022.

Pada fase ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang berlangsung 8 - 12 Juli 2022, tercatat 16 jemaah wafat. Untuk pascaarmuzna terdata 14 jemaah wafat. Berlangsung dari 13 juli hingga sekarang.

Baca Juga : Cuaca Panas dan Beban Pesawat, Kadaker Bandara Imbau Jemaah Tertib Barang Bawaan

Hilman meyakini bahwa kematian adalah takdir Tuhan. Namun, dia berharap ada upaya bersama untuk menjaga kesehatan jemaah dengan melakukan tindakan preventif.

“Kemenag tidak ada larangan apapun terkait kegiatan ibadah. Yang kita inginkan, dipastikan jemaah yang mengikuti kegiatan tersebut dalam kondisi prima. Yang belum fit, bisa ditunda sampai stabil untuk bisa melakukan aktivitas fisik,” papar Hilman, pada pertemuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar pertemuan dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di kantor Daker Makkah, dalam rilisnya, dilansir Minggu (17/7/2022).

“Ke depan, kami di Kemenag akan mendiskusikan banyak hal terkait penyelenggaraan haji dengan KBIHU dan juga ormas keislaman,” sambungnya.

Baca Juga : Catat! Barang Ini Dilarang Masuk Koper Bagasi Jemaah

Sebelumnya, Ketua PPIH Arab Saudi yang juga Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat menjelaskan bahwa pemerintah terus berusaha menyiapkan seluruh sarana prasarana pendukung agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih baik. Namun demikian, inti dari penyelenggaraan haji adalah ibadah. Karenanya, menjadi tantangan bersama untuk merumuskan bimbingan manasik yang efektif sehingga jemaah bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan baik.

“Pastikan jemaah yang masuk dalam kelompok bimbingan paham substansi manasik haji. Jemaah yang sepuh misalnya, yang penting mereka mengetahui rukun, wajib, dan hal-hal yang dilarang saat ihram. Rukun menentukan sahnya ibadah. Wajib dan muharramat penting diketahui agar jemaah tidak melanggar lalu harus membayar dam,” terang Arsad.

“Pemerintah ingin program manasik bisa dibenahi agar ke depan lebih baik lagi,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru