Diberikan Cuma-cuma, Dinas Perindustrian Sulsel Bakal Sertifikasi Halal 700 UMKM

Penulis : wiwi amaluddin
Dinas Perindurstian Sulsel memfasilitasi pemberian sertifikasi halal secara gratis pada 700 UMKM di tahun ini. Foto: ist

Dinas Perindustrian Sulsel manrgetkan 700 UMKM tersertifikasi halal tahun ini yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Dinas Perindustrian Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan akan mensertifikasi halal 700 UMKM Se-Sulsel, sepanjang 2023 ini. 

"Target ini kita buat menyesuaikan dengan anggaran, di RPJMD kami sebenarnya 200, tetapi kami tetap target 700 UMKM yang akan memperoleh sertifikasi halal," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Industri dan Pemberdayaan Industri, Dinas Perindustrian Sulsel, Iffah Rafida Djafar ketika dihubungi Portalmedia.id, belum lama ini.

Pemprov Sulsel, kata Iffah sapaannya, menganggarkan kurang lebih Rp 700 juta di tahun 2022 untuk sertifikasi halal, dan di tahun 2023 ini menganggarkan dengan nilai serupa. 

Baca Juga : UMKM Sulsel Didorong Kuasai Pasar Digital, Kadiskop UKM: Jangan Hanya Jadi Penonton!

"Sehingga para pengusaha yang berkategori UMKM bisa disertifikasi secara gratis, kecuali bagi perusahaan besar yang tetap harus membayar," kata Iffah. 

Di tahun 2022 sendiri Pemprov Sulsel kata Iffah berhasil mensertifikasi halal 585 UMKM di Sulsel. Ada tiga jenis produk yang sedang dan akan disertifikasi halal di tahap pertama hingga 2024, yaitu produk yang berhubungan dengan makan dan minum, produk yang berhubungan dengan bahan baku atau bahan penolong makan dan minum serta yang ketiga hasil sembelih dan jasa penyembelihan.

2 Dinas Lainnya juga Lakukan Sertifikasi

Dinas Perindustrian Sulsel, tambah Iffah, juga tidak sendiri dalam melakukan sertifikasi halal ini, ada juga Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Peternakan.

Baca Juga : Penghapusan KUR Ditunggu UMKM, DPR Minta Pemerintah Percepat Regulasi

"Hasil sembelih dan jasa sembelih juga wajib bersertifikasi halal, tetapi itu ranahnya Dinas Peternakan (Sulsel), kami di Dinas Perindustrian lebih berfokus ke hasil produknya yang dihasilkan," bebernya.

"Koperasi dan UMKM dia lebih cenderung ke makan minum juga untuk UMKM namun, kalau kami ada proses produksi, ada bahan baku yang dikelola menjadi bahan baku jadi dan setengah jadi," sambungnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru