Praktik Prostitusi Big Pertamax Terbongkar, Mucikari Ambil Untung 15 Persen

Ilustrasi

Rata-rata perempuan yang direkrut oleh MC berasal dari Jakarta, Bandung, hingga Malang. Total, ada 60 perempuan yang bergabung di grup Telegram Big Pertamax tersebut.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Polsek Tambora membongkar praktik prostitusi online berupa akun telegram dengan nama Big Pertamax. Group telegram ini berisi foto-foto wanita yang ditawarkan berikut harga dan jenis pelayanan.

Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama dalam keterangannya, Minggu, 22 Januari 2023, menyebutkan, pemilik sekaligus admin grup Telegram berinisial MC (24), ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, MC ternyata juga berperan sebagai mucikari.

"Polisi berpura-pura melakukan pemesanan di grup Big Pertamax tersebut. Dari upaya ini, polisi berhasil mengamankan seorang perempuan.

Baca Juga : Rusak Moral Bangsa, Deng Ical Desak Komdigi Basmi Prostitusi Online

Setelahnya, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap pemilik akun sekaligus admin grup Telegram Big Pertamax di sebuah apartemen di Pulogadung, Jakarta Timur," jelas Putra.

Menurut Putra, MC berperan merekrut wanita melalui medsos, Twitter. Jika ada wanita yang berminat, para wanita lalu diminta mengirimkan sejumlah foto dan video.

"Ketika cocok, MC akan menemui para calon wanita yang akan ditawarkannya melalui group telegram," bebernya.

Baca Juga : Polda Sulsel Tangkap Mucikari Prostitusi Online Bersama SPG asal Bali

Rata-rata perempuan yang direkrut oleh MC berasal dari Jakarta, Bandung, hingga Malang. Total, ada 60 perempuan yang bergabung di grup Telegram Big Pertamax tersebut. Pelaku MC sendiri mendapatkan keuntungan sebesar 15 persen dari hasil menawarkan para wanita di akun telegram Big Pertamax dengan kisaran harga Rp2 - 4 juta. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru